Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD: Kasus karhutla terjadi puluhan kali di Palangka Raya

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 21:10 WIB | Oleh:
BPBD: Kasus karhutla terjadi puluhan kali di Palangka Raya Doc: ANTARA/HO-BPBD Kota Palangka Raya
Ket. Petugas melakukan pemadaman terhadap lahan yang terbakar di wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (25/7/2024).

Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengatakan bahwa kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah setempat sejak awal Juli 2024 terjadi puluhan kali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka RayaHeri Fauzi di Palangka Raya, Jumat, mengatakan saat ini tercatat sudah 21 kasus kebakaran lahan di wilayah Kota Palangka Raya, sedangkan lahan terbakar seluas 9,17 hektare.

"Hal ini sudah menjadi peringatan, agar tidak terjadi karhutla lagi secara berkelanjutan di daerah kita. Maka dari itu hal ini wajib diantisipasi, ditanggulangi dan harus direspons cepat oleh pihak terkait, termasuk BPBD," kata dia.

Dia mengatakandalam kejadian karhutla saat ini sudah ada yang mendekati wilayah pemukiman, salah satunya di kawasan Jalan Delin Bangkan Lingkar Luar. Namun semua berhasil ditangani secara baik.

Dengan adanya kejadian tersebut, katanya, tentunya juga menjadi perhatian agar masyarakat diminta untuk sama-sama mencegah bahaya karhutla. Apalagi di lapangan biasanya akses air kurang sehingga terkadang menyulitkan penanganan atau pemadaman yang dilakukan oleh petugas.

"Ada beberapa kejadian karhutla mendekati pemukiman warga, beruntungnya semuanya itu berhasil ditangani secara baik dan tidak sampai ada pemukiman warga yang terbakar. Terkait kendala, biasanya akses air yang jauh, tetapi hal tersebut tidak menjadi halangan berat petugas di lapangan," katanya.

Dia mengatakan karhutlamasalah serius yang dapat berdampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Pihaknya meminta masyarakat turut berupaya mencegahkarhutladengan menghindari pembakaran lahan.

"Itu artinya, jangan melakukan pembakaran lahan untuk membuka area pertanian atau untuk tujuan lainnya. Gunakan metode alternatif seperti mekanisasi atau penggunaan bahan organik," katanya.

Selain itu, ia mengemukakan pentingnya pengawasan lingkungan hutan dan lahan sekitar masyarakat guna mencegah karhutla.

"Awasi dan segera lapor jika melihat aktivitas yang mencurigakan atau kebakaran yang mulai terjadi. Segera laporkan kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran, lalu jaga kebersihan lingkungan, yaitu hindari membuang sampah sembarangan, terutama yang bisa menyebabkan kebakaran seperti botol kaca atau bahan mudah terbakar lainnya," katanya.

Ia juga meminta dukungan berbagai kalangan untuk program penghijauan.

"Hal penting dukung program penghijauan, yakni ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon dan pemeliharaan hutan. Tanaman yang sehat dapat membantu mengurangi risiko kebakaran. Ingat sebarkan informasi tentang bahaya karhutla dan cara pencegahannya," demikianHeri Fauzi yang juga mantan Lurah Bukit Tunggal tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.