Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB Keluarkan Peringatan Banjir di Indonesia Tengah-Timur pada Awal Agustus

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Keluarkan Peringatan Banjir di Indonesia Tengah-Timur pada Awal Agustus Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Arsip - Warga menerobos banjir di Desa Lilief Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Minggu (21/7/2024).

JAKARTA - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta semua pihak untuk mewaspadai potensi banjir disertai tanah longsor pada awal Agustus di sebagian daerah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (31/7), mengatakan bahwa wilayah Indonesia bagian tengah dan timur mayoritas masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada dasarian I Agustus yang dipengaruhi oleh fenomena atmosfer gelombang ekuator.

Selain itu potensi hujan juga akan meningkat dibandingkan hari sebelumnya dalam sepekan ke depan. Menurut dia hal tersebut diketahui merujuk dari hasil analisa tim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan wilayah Indonesia akan kembali menghadapi fenomena La Nina.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB memetakan selama periode tersebut wilayah yang berada dalam kerawanan bencana hidro-meteorologi basah menyasar Sulawesi (Sulawesi Tengah, Utara, Selatan, Gorontalo), Maluku (Maluku Utara) dan mayoritas daerah di Papua.

Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti pedoman kewaspadaan seperti jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat bersama pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana dan selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca setiap waktu dari BMKG.

Abdul menyebutkan, selain Kabupaten Luwu dan Gorontalo, Halmahera Tengah menjadi daerah yang memiliki kerawanan banjir disertai longsor cukup tinggi merujuk topografi dan data inventaris wilayah sebaran yang terdampak dalam kejadian bencana serupa beberapa hari lalu.

Hujan dapat kembali memicu meluapnya air aliran Sungai Kobe, dan Sungai Lukulamo yang cukup besar dan deras di Halmahera Tengah.??

Menurut dia, pada 25 Juli lalu ada 1.870 warga terdampak, 467 rumah rusak. Meski air sudah surut, namun sebagian masyarakat masih bertahan di delapan titik pengungsian yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

46 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.