Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Lampung Ingatkan Potensi Kenaikan Inflasi Selama Ramadan

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 12:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Lampung Ingatkan Potensi Kenaikan Inflasi Selama Ramadan Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Komoditas cabai rawit merah, bawang putih, dan bawang merah yang dijual pedagang di Pasar Karanganyar Jakarta, Senin (6/10/2025).

BANDARLAMPUNG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan potensi kenaikan harga barang dan jasa yang bisa menyebabkan inflasi (demand pull inflation) selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

"Kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya fenomena demand pull inflation, yakni adanya kenaikan harga barang serta jasa akibat lonjakan permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan pasokan produksi," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Rabu (11/2),

Ia menjelaskan, secara historis selama 2021-2025, pendorong utama inflasi di periode hari besar keagamaan nasional didominasi oleh kenaikan permintaan kelompok bahan makanan dan transportasi.

"Dari kelompok makanan minuman selama 2021-2025 yang menjadi penyumbang utama inflasi selama periode Ramadan dan Idul Fitri adalah bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng yang mencatatkan rata-rata andil inflasi bulanan cukup tinggi," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) BI pada awal Februari 2026, harga beras, bawang merah, serta daging dan telur ayam ras telah tercatat di atas rentang historis selama lima tahun terakhir, sehingga perlu diwaspadai agar tidak menjadi sumber inflasi.

"Seiring akan memasuki periode panen raya padi, optimalisasi panen dan penguatan pasca panen menjadi kunci untuk menjaga cadangan pangan serta stabilitas pasokan ke depan," ucap dia.

Sedangkan, sejumlah komoditas pangan lain harganya masih dalam rentang yang terjaga, seperti gula pasir, daging sapi, bawang putih, dan cabai merah. Namun, minyak goreng dan cabai rawit mulai menujukan tren harga yang meningkat sehingga perlu diwaspadai.

"Sehingga untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri perlu tetap menerapkan strategi 4K yakni menjaga keterjangkauan harga, menjaga kelancaran distribusi, memastikan ketersediaan pasokan dan menjalankan komunikasi yang efektif," ujar dia. 

Dalam kesempatan ini, ia turut mengapresiasi capaian inflasi Lampung tahun 2025 yang berada kisaran 1,25 persen dari tahun ke tahun (yoy), dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah kedua secara nasional.

"Capaian ini mencerminkan sinergi yang kuat. Namun, kewaspadaan harus terus ditingkatkan agar tren positif tidak berbalik arah ketika permintaan kebutuhan pokok meningkat tajam dalam beberapa minggu ke depan,” katanya.

BI, lanjut dia, akan terus mendukung kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi, khususnya kelompok volatile food seperti cabai, bawang merah, dan daging, secara real time

"Selain itu, melalui digitalisasi pemantauan harga, juga menjadi fokus untuk mempercepat pengambilan kebijakan," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.