Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Gembira, Distan Cirebon Sebut Tidak Ada Kerusakan Tanaman Padi Saat Banjir

📅 Senin, 30 Jan 2023, 02:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Distan Cirebon Sebut Tidak Ada Kerusakan Tanaman Padi Saat Banjir Doc: ANTARA/Dedhez Anggara
Ket. Buruh tani menanam padi di lahan Desa Brondong, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022).

Cirebon - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan sampai saat ini tidak ada laporan terkait kerusakan tanaman padi akibat diterjang banjir, yang terjadi beberapa kali di daerah itu.

"Memang ada yang terendam banjir, tapi tidak sampai menyebabkan kerusakan," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Encus Suswaningsih saat dihubungi di Cirebon, Minggu.

Encus mengatakan kejadian banjir di Kabupaten Cirebon, yang terjadi beberapa kali memang sempat merendam ratusan hektare areal pertanian terutama tanaman padi.

Namun semua tanaman padi lanjut Encus, masih bisa terselamatkan, mengingat banjir yang terjadi tidak bertahan lama, sehingga tanaman dipastikan tidak rusak, dan dapat tumbuh kembali.

Untuk areal persawahan yang terendam banjir tercatat lebih dari 200 hektare, terutama di daerah Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

"Areal persawahan di Kecamatan Gegesik pada minggu lalu yang terendam lebih dari 200 hektare, namun tidak ada kerusakan," ujarnya.

Encus mengimbau kepada para petani yang areal persawahannya cukup rawan akan bencana banjir untuk mengikuti asuransi pertanian, karena ketika mengalami musibah dapat terlindungi.

Menurutnya per hektare petani hanya mengeluarkan uang pembayaran premi asuransi hanya Rp36 ribu per hektare per musim, sedangkan dana yang bisa didapatkan ketika mengalami kerusakan atau gagal panen dapat uang pengganti Rp6 juta per hektare.

"Yang terpenting para petani harus mengikuti asuransi pertanian, terutama bagi yang areal persawahannya rawan terendam banjir," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.