Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berdokumen Palsu, Kapten Kapal Armada Bayangan Russia Ditahan Pemerintah Swedia

📅 Senin, 16 Mar 2026, 11:01 WIB | Oleh:
Berdokumen Palsu, Kapten Kapal Armada Bayangan Russia Ditahan Pemerintah Swedia Doc: BBC/Swedish Coast Guard
Ket. Anggota penjaga pantai Swedia menaiki kapal tanker Sea Owl One saat berada di perairan teritorial.

Pengadilan Swedia telah memerintahkan penahanan kapten kapal Russia yang diduga berlayar dengan bendera palsu sebagai bagian dari armada bayangan Moskow.

Menurut laporan BBC, pria yang namanya tidak disebutkan tersebut muncul di pengadilan di Ystad setelah ditangkap pada hari Jumat (13/3) oleh Kejaksaan Swedia atas dugaan penggunaan dokumen palsu.

Penjaga pantai menaiki kapal Sea Owl One di perairan Swedia yang berlayar dengan bendera Komoro yang mereka duga palsu. Kapal tanker sepanjang 228 meter (748 kaki) itu termasuk dalam daftar kapal yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

Moskow telah mengandalkan jaringan kapal tanker dengan kepemilikan atau asuransi yang tidak jelas untuk menghindari sanksi Barat terhadap ekspor minyaknya.

Sea Owl One sedang berlayar dari Santos di Brasil ke Primorsk di pantai Baltik Russia ketika dicegat, dan diketahui telah mengangkut minyak antara Russia dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir, kata penjaga pantai Swedia.

Kejaksaan Swedia mengkonfirmasi kepada BBC bahwa kapten berusia 55 tahun itu telah ditahan. Seorang juru bicara tidak dapat mengatakan berapa lama ia ditahan, tetapi mengatakan biasanya selama 14 hari.

Jaksa sebelumnya mengatakan mereka bermaksud menginterogasi kapten lebih lanjut.

Penjaga pantai menaiki kapal tanker tersebut saat berada di selatan Trelleborg, di ujung selatan Swedia, pada Kamis malam.

Badan tersebut mengatakan telah melakukan intervensi karena mencurigai kapal tersebut tidak terdaftar dalam daftar kapal Komoro, sebuah negara kepulauan Afrika, dan oleh karena itu melanggar hukum internasional.

Kecurigaan petugas semakin meningkat ketika kapten menunjukkan kepada mereka dokumen yang tampaknya tidak asli.

Kedutaan Besar Russia di Swedia mengatakan 10 dari 24 pelaut di atas kapal Sea Owl One, termasuk kapten, adalah warga negara Russia, sementara sisanya berasal dari Indonesia.

Kedutaan Besar Russia di Swedia mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka memantau situasi dengan cermat.

BBC menghubungi kedutaan untuk meminta komentar lebih lanjut.

Ini adalah kali kedua dalam seminggu pihak berwenang Swedia menyita kapal yang diduga merupakan bagian dari armada bayangan Russia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

48 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.