Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beijing Salahkan AS-Korsel Atas Peluncuran Rudal Korut

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing Salahkan AS-Korsel Atas Peluncuran Rudal Korut Doc: AP/Lee Jin-man
Ket. Sebuah layar TV terlihat melaporkan peluncuran rudal Korea Utara dengan rekaman file dalam sebuah program berita di Stasiun Kereta Api Seoul, Korea Selatan, 13 April 2023.

BEIJING - Tiongkok menyalahkan "dampak negatif" dari latihan militer AS atas ketegangan di semenanjung Korea, setelah Pyongyang menembakkan rudal balistik ke arah laut Jepang.

Militer Korea Selatan mengatakan telah mendeteksi satu rudal balistik "jarak menengah atau lebih" dari wilayah Pyongyang pada Kamis (13/4) pagi. Kemungkinan rudal "jenis baru" yang mungkin menggunakan bahan bakar padat canggih.

Jepang secara singkat mengeluarkan peringatan kepada warganya di wilayah Hokkaido utara untuk mencari perlindungan. Namun peringatan itu dicabut kembali karena rudal tidak jatuh di dalam wilayah negara itu dan tidak menimbulkan ancaman.

Menanggapi pertanyaan tentang peluncuran rudal pada jumpa pers reguler, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan, "Ketegangan saat ini di semenanjung memiliki penyebabnya. Dampak negatif dari latihan militer AS dan pengerahan senjata strategis sekitar semenanjung terlihat jelas bagi semua orang."

Washington dan Seoul telah mengintensifkan kerja sama pertahanan baru-baru ini, mengadakan latihan militer bersama dengan jet siluman canggih dan aset strategis AS yang terkenal.

Korea Utara memandang latihan semacam itu sebagai latihan untuk invasi, dan pada Selasa menggambarkannya sebagai latihan "panik" yang "mensimulasikan perang habis-habisan melawan" Pyongyang.

Amerika Serikat "mengutuk keras" Korea Utara atas uji coba rudal tersebut.

Peluncuran ini yang terbaru dari serangkaian tes senjata terlarang yang dilakukan Korea Utara, yang telah menembakkan beberapa rudal balistik antarbenua terkuatnya tahun ini.

Wang mengatakan Beijing meminta semua pihak untuk "tetap tenang dan menahan diri" dan berhenti "melakukan tekanan dan konfrontasi".

"Pihak AS terutama harus mengambil tindakan nyata sejak dini dan menanggapi kekhawatiran yang masuk akal dari DPRK (Korea Utara) dan menciptakan kondisi untuk meredakan ketegangan dan memulai kembali dialog sesegera mungkin," tambahnya.

Para menteri iklim dan lingkungan dari negara-negara G7 dijadwalkan bertemu akhir pekan ini di Sapporo, ibu kota regional Hokkaido, sebulan sebelum kelompok itu mengadakan pertemuan puncaknya di Hiroshima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.