Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Sekali, Dinkes Sukabumi Tangani 73 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

📅 Senin, 31 Jul 2023, 00:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Sekali, Dinkes Sukabumi Tangani 73 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Doc: ANTARA/Atlas Maulana
Ket. Petugas kesehatan hewan memberikan suntikan vaksin antirabies pada hewan penular rabies di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (16/7/2023).

Sukabumi - Banyak sekali, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menangani sebanyak 73 kasus gigitan hewan penular rabies dari Januari hingga Juni2023.

"Dari 73 pasien yang ditangani, sebanyak 40 pasien di antaranya berasal dari luar Kota Sukabumi, sedangkan sisanya atau sebanyak 33 pasien dari Kota Sukabumi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Wita Darmawanti di Sukabumi, Minggu.

Menurut Wita, hasil laporan medis dari rumah sakit yang menangani pasien gigitan hewan penular rabies itu tidak ditemukan ada yang positif tertular virus rabies. Mayoritas dari pasien tersebut sudah sembuh, namun diminta rutin berobat untuk memastikan tubuhnya tidak tertular virus yang bisa menyebabkan kematian ini.

"Sebanyak 73 kasus gigitan hewan penular rabies dari Januari hingga Juni itu terbagiatas Januari terdapat 13 pasien, Februari lima pasien, Maret empat pasien, April 15 pasien, Mei tujuh pasien, dan Juni ada 29 pasien. Seluruh pasien tersebut sudah diberikan penanganan medis dan mendapatkan imunoglobulin rabies.

Ia menjelaskan tingginya angka kasus warga yang tergigit hewan penular rabies yang ditangani di Kota Sukabumi karena rumah sakit di Kota Sukabumi seperti RSUD R Syamsudin SH merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi daerah tetangga, seperti Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

"Pada Juni angka kasus warga yang terkena gigitan hewan penular rabies cukup tinggi sebanyak 29 kasus. Namun demikian, dari pemeriksaan medis tidak ada satu pun pasien yang positif tertular rabies maupun meninggal dunia," katanya.

Wita mengatakan mayoritas pasien yang terkena gigitan hewan penular rabies berasal dari gigitan anjing, meskipun ada beberapa kasus terkena gigitan kucing, kera, dan kelalawar.

Dalam penanganan kasus ini pihaknya pun berkoordinasi dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.

Dinkes Kota Sukabumi bertugas menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) pratama dan faskes rujukan, sementara DKP3 Kota Sukabumi lebih kepada penanganan hewannya.

Ia mengimbau warga khususnya yang memiliki atau memelihara hewan penular rabies untuk secara rutin memeriksakan kesehatan hewannya dan memberikan vaksin anti-rabies.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.