Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Jakarta Bukan Cuma Soal Air: Ekonomi Lokal Terancam, Aktivitas Warga Melambat

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Banjir Jakarta Bukan Cuma Soal Air: Ekonomi Lokal Terancam, Aktivitas Warga Melambat Doc: Koran Jakarta/Ichsan Satria
Ket. Banjir di Jakarta tak lagi sekadar urusan genangan, tetapi mulai berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga.

JAKARTA - Banjir di Jakarta tak lagi sekadar urusan genangan, tetapi mulai berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga. Aktivitas usaha mikro, transportasi, dan mobilitas pekerja ikut melambat setiap kali hujan ekstrem mengguyur ibu kota.

Kawasan rawan genangan seperti Kelapa Gading, Cilincing, dan Koja menjadi titik yang paling terasa dampaknya. Pedagang kecil, jasa antar barang, hingga pekerja harian harus menyesuaikan jam operasional karena akses jalan kerap terganggu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kondisi ini perlu ditangani dengan pendekatan yang lebih adaptif. Selain normalisasi sungai, kebijakan pengaturan aktivitas seperti WFH dan SFH dipakai untuk menjaga produktivitas tetap berjalan.

"WFH dan SFH kami terapkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa terhambat kondisi lapangan. Kebijakan ini diarahkan untuk meminimalkan kerugian ekonomi akibat kemacetan dan keterlambatan distribusi," tutur Gubernur Pramono saat meninjau Kali Cakung Lama, Jumat (23/1/2026).

Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca diperpanjang sebagai langkah pencegahan agar volume hujan tidak langsung menekan sistem drainase kota. Strategi ini diharapkan bisa menjaga stabilitas aktivitas harian warga dan sektor usaha.

"OMC kami perpanjang sampai 27 Januari untuk mengurangi potensi hujan ekstrem," tutur Gubernur Pramono.

Pemerintah provinsi menilai intervensi cuaca menjadi salah satu cara tercepat menahan lonjakan debit air di wilayah rawan.

Sektor transportasi juga menjadi perhatian karena banjir kerap memicu kemacetan panjang. Dinas Perhubungan bersama aparat lapangan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan membuka jalur alternatif saat genangan terjadi.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan sistem pengendalian banjir ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga perlindungan aktivitas ekonomi warga. Pendekatan ini dinilai penting agar daya beli masyarakat tidak tergerus akibat gangguan rutin saat musim hujan.

Dalam jangka menengah, pemerintah akan memperkuat sistem pompa, drainase, dan sungai strategis untuk mempercepat surutnya air. Upaya ini diharapkan mampu menekan frekuensi banjir yang selama ini menjadi beban tahunan warga Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

56 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.