Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangkitkan Minat Gen Z Bertani, Ini Strategi DPKP DIY

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 21:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangkitkan Minat Gen Z Bertani, Ini Strategi DPKP DIY Doc: ANTARA FOTO/Arnas Padda.
Ket. Ilustrasi- Buruh tani menanam padi.

YOGYAKARTA – Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan untuk mengadopsi teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Selain itu, mereka juga dapat memberikan pandangan baru dan pendekatan inovatif dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta mengoptimalkan fungsi Jogja Agro Park di Kulon Progo sebagai pusat pelatihan untuk memacu minat generasi muda di wilayah itu terjun ke dunia pertanian.

"Harapan kami, Jogja Agro Park bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda di bidang pertanian," ujar Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti di Yogyakarta, Selasa (10/6).

Menurut Syam, minat pemuda terhadap sektor pertanian masih rendah, terutama pada subsektor tanaman pangan yang membutuhkan kerja langsung di sawah.

Saat ini, dia mencatat jumlah petani aktif di DIY masih mencapai sekitar 324 ribu orang, namun sebagian besar berusia di atas 50 tahun.

"Sudah mulai tumbuh petani milenial di DIY,jumlahnya antara 1.000 sampai 3.000 orang, tapi kebanyakan mereka memilih bergerak di hortikultura, perkebunan, dan pascapanen," ujarnya.

Jogja Agro Park hingga kini telah dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan dan magang dengan rata-rata kunjungan mencapai sekitar 750 orang per bulan.

Menurut Syam, pihaknya pun berencana memangkas sejumlah regulasi untuk mempermudah izin berkunjung bagi masyarakat luas.

"Selama ini pengunjung bersurat dulu untuk mengadakan pelatihan. Kami minta mereka membawa media sendiri seperti pot atau polybag, dan hasilnya bisa dibawa pulang. Semua masih gratis," tutur Syam.

Untuk pengembangan lebih lanjut, DPKP memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain menjadi sarana pelatihan, Jogja Agro Park juga mulai melibatkan UMKM lokal dalam berbagai event guna memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Regenerasi petani adalah tugas bersama. Jogja Agro Park hanyalah salah satu mekanisme dari berbagai upaya yang sedang kami dorong," kata Syam.

Berlokasi di Desa Wijilan, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Jogja Agro Park memiliki fungsi antara lain, sebagai Unit Pembelajaran (inkubator) agribisnis, menumbuhkembangkan wirausahawan agribisnis (diversifikasi produk pertanian), dan lembaga pelatihan dan percontohan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.