Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahlil: Ketum Golkar Terdahulu Selalu Dekat dengan Pemerintah

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bahlil: Ketum Golkar Terdahulu Selalu Dekat dengan Pemerintah Doc: antarafoto
Ket. Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa sejumlah Ketum Golkar terdahulu, mulai dari Jusuf Kalla hingga Airlangga Hartarto selalu dekat dengan pemerintah.

Untuk itu, dia pun tidak ingin disalahkan terkait adanya anggapan bahwa dirinya bisa menjadi Ketum Golkar karena saat ini dekat dengan pemerintah. Menurutnya, Partai Golkar dilahirkan karena instrumen politik pemerintah.

"Kenapa calon-calon terdahulu dinyatakan tidak salah, kok saya dinyatakan salah?" kata Bahlil saat menyampaikan pidato visi dan misinya pada Munas XI Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (21/8).

Dia mengatakan pada tahun 2004 saat Munas Partai Golkar di Bali, Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla berkompetisi untuk menjadi ketua umum. Namun hasilnya Jusuf Kalla yang menang karena ada kedekatan dengan pemerintah.

"Beliau adalah Wakil Presiden, SBY adalah Presidennya," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Pada Munas Partai Golkar selanjutnya, dia mengatakan ada dua kandidat calon ketua umum yakni Surya Paloh dan Aburizal Bakrie. Saat itu, Surya Paloh menurutnya didukung oleh Jusuf Kalla yang sudah selesai menjabat sebagai Wakil Presiden, sedangkan Aburizal Bakrie didukung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menjadi Presiden.

"Setelah Pak Ical (Aburizal) selesai, muncul Pak Setya Novanto lewat Munaslub. Posisinya Pak Setya Novanto sebagai Ketua DPR dekat dengan Pak Jokowi, Alhamdulillah menang," kata dia.

Kemudian dia juga menilai bahwa Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar karena dekat dengan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perindustrian pada eranya. "Senior-senior mohon maaf luruskan kalau saya salah," kata dia.

Adapun setelah pidato tersebut, Bahlil disetujui oleh peserta Munas XI Partai Golkar untuk menjadi Ketua Umum baru Partai Golkar dengan status ketua formatur yang akan menyusun kepengurusan pusat partai secara mandiri.

Pada agenda penutupan, Munas XI Partai Golkar pun rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada pukul 18.30 WIB. Di agenda tersebut Bahlil akan ditetapkan secara resmi sebagai pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.