Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahaya Menggunakan Sikat Gigi Orang Lain, Bisa Menularkan Kuman!

📅 Kamis, 12 Jan 2023, 17:19 WIB | Oleh:
Bahaya Menggunakan Sikat Gigi Orang Lain, Bisa Menularkan Kuman! Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Kamu mungkin pernah tidak bisa menggosok gigi, entah karena lupa membawa ketika acara menginap atau karena hal lain. Saat mengalaminya, kamu mungkin berpikir untuk menggunakan sikat gigi temanmu. Namun, berbagi sikat gigi adalah hal buruk dan sangat tidak direkomendasikan oleh dokter gigi.

"Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya rekomendasikan," kata Anna Murphy, seorang dokter gigi di Nova Dental Practice di Herndon, Virginia, Amerika Serikat (AS) kepada Livestrong.

Senada, Kami Hoss, yang merupakan pendiri The Super Dentists dan penulis ‌If Your Mouth Could Talk‌, juga tidak merekomendasikan berbagi sikat gigi. Menurut Hoss, menyikat gigi menyebabkan jutaan mikroba menempel pada bulu sikat gigi.

Itu artinya, menggunakan sikat gigi orang lain sama dengan memindahkan seluruh mikroba mereka ke dalam mulut kamu. Akibatnya, bukan tidak mungkin jika berbagi sikat gigi memungkinkan kamu dapat tertular virus atau memasukkan mikroba yang terkait dengan gigi berlubang dan penyakit gusi orang ke dalam mulutmu.

Sebagai informasi, mulut setiap orang dipenuhi dengan miliaran mikroba seperti bakteri dan jamur.

"Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk berbagi sikat gigi dengan siapa pun," kata Hoss.

Namun perlu diingat bahwa gigi berlubang dan penyakit gusi adalah penyakit multifaktorial dan sebagian besar bergantung pada faktor-faktor seperti sistem kekebalan tubuh dan mikrobioma mulut orang itu sendiri.

Walau begitu, Hoss memperingatkan bakteri mulut orang lain dapat tumbuh dan berkembang di mulut kamu karena sifatnya yang oportunistik.

"Lebih baik tidak memberi mereka kesempatan itu dan dengan cara ini, saran ini berlaku apakah Anda berbagi sikat gigi dengan anggota keluarga atau teman, dan apakah Anda melakukannya sekali atau secara teratur," ujar Hoss.

Selain itu, juga penting untuk menyimpan sikat gigi secara terpisah termasuk di kamar mandi keluarga. Pasalnya, menyimpan sikat gigi pada wadah yang sama juga memmungkinkan kontaminasi silang dari virus.

Dalam satu studi Oktober 2020 tentang kebiasaan perawatan kesehatan mulut rumah tangga selama COVID-19, diterbitkan dalam ‌BMC Oral Health‌, hanya 3 persen orang berbagi sikat gigi tetapi 64 persen menggunakan wadah yang sama untuk menyimpan sikat gigi mereka.

Jangan lupa untuk selalu membilas sikat gigi dengan air setelah menggunakannya untuk membersihkan pasta gigi atau kotoran apapun. Lalu simpan dengan tegak sehingga dapat mengering dengan sendirinya.

Hal ini lebih baik daripada menggunakan penutup sikat gigi yang justru meningkatkan peluang pertumbuhan bakteri.

Jika kamu sakit karena virus apapun seperti Covid-19, influenza, atau flu, maka buang sikat gigi lama kamu dan gunakan yang baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.