Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Dukung Indonesia untuk Memperkuat Ketahanan Perbankan terhadap Iklim

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 01:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Dukung Indonesia untuk Memperkuat Ketahanan Perbankan terhadap Iklim Doc: ANTARA/HO-Kedubes Australia
Ket. Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Steve Scott menyampaikan pernyataan dalam peluncuran "Climate Risk Management and Scenario Analysis" (CRMS) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (4/3/2024).

Jakarta - Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Steve Scott menyatakan komitmen pemerintah negaranya untukmendukung Indonesia memperkuat ketahanan iklim, khususnya pada sektor perbankan, melalui berbagai bentuk kerja sama.

Melalui pernyataan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Senin, Scott mengatakan Australia dan Indonesia patut bekerja sama untuk merespons perubahan iklim karena kedua negara memiliki tantangan dan peluang yang sama dalam aspek tersebut.

"Kedua negara kita saat ini sedang menangani permasalahan di mana pertimbangan perubahan iklim masih merupakan hal yang baru bagi pemerintah dan industri," ujarnya.

"Untuk itu, Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dan berbagai pengetahuan di berbagai bidang yang berkaitan dengan iklim dan energi," katanya, menambahkan.

Scott juga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pencapaian lembaga itu dalam meluncurkan panduan manajemen risiko iklim komprehensif untuk perbankan,Climate Risk Management and Scenario Analysis(CRMS), pada Senin.

Ia menyebut panduan tersebut bertujuan memberikan dukungan kebijakan bagi bank dan komitmen mereka padatarget nol emisi karbon Indonesia dengan panduan teknis untuk mengukur pengaruh iklim terhadap risiko kredit dan operasional bank.

Ia mengatakanIndonesia dan Australia juga akan bekerja sama memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan kerangka kerja pengujian risiko iklim atauClimate Risk Stress Test Framework.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui kerja sama antara OJK dan Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera).

Kerja sama itu didukung oleh berbagai badan pemerintah Australia, seperti Australian Treasury, Australian Prudential Regulation Authority, Reserve Bank of Australia, dan Australian Securities and Investment Commission.

Kemitraan itu juga disebutkan bertujuanmeningkatkan investasi melalui saran dalam hal kebijakan dan peraturan untuk memfasilitasi transisi energi, memajukan kesetaraan dan inklusi gender, serta mempercepat peluang pendanaan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.