Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Kesenjangan, Integrasi Perdagangan Asean Mendesak Direalisasikan

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Atasi Kesenjangan, Integrasi Perdagangan Asean Mendesak Direalisasikan Doc: antara
Ket. Wibisono Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya - Penyesuaian perdagangan antara dua negara saja tidak mudah, ini sebelas anggota Asean, tentu tantangannya lebih kompleks.

JAKARTA - Integrasi perdagangan dalam lingkup kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) mendesak direalisasikan untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Oleh sebab itu, penting mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang ada agar manfaatnya bisa dirasakan merata semua negara anggota ASEAN.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan tantangan pertama adalah perbedaan kapasitas antarnegara anggota. Misalnya, Singapura dengan Indonesia. Dari segi kemudahan berbisnis, kapasitas birokrasi, regulasi, itu juga berbeda.

“Ini perlu ada penyelarasan atau percepatan peningkatan kapasitas,” kata Bhima di Jakarta, Senin (27/10).

Tantangan kedua jelasnya adalah masih adanya praktik proteksi tersembunyi di sejumlah negara ASEAN, terutama dalam sektor keuangan. “Masalah klasik yang belum selesai adalah kesulitan bank-bank Indonesia membuka cabang di Singapura, sementara bank dari Singapura bisa dengan mudah membuka cabang di Indonesia. Ini menunjukkan regulasi yang tidak berimbang,” katanya.

Ia menekankan perlunya standardisasi kebijakan agar tidak terjadi ketimpangan antarnegara ASEAN dalam implementasi integrasi ekonomi.

Ketiga, adalah persoalan korupsi yang mempengaruhi persepsi investor.

Bhima menjelaskan bahwa investor cenderung memilih negara dengan tingkat korupsi yang rendah untuk membangun fasilitas produksi, sementara negara yang dipersepsikan memiliki korupsi tinggi berisiko kehilangan peluang investasi.

Penegakan hukum dan kepastian regulasi juga dinilai menjadi prasyarat penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Tantangan keempat adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum merata di kawasan. Menurut Bhima, upaya ASEAN untuk menarik relokasi industri perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga kerja.

“Untuk kendaraan listrik, misalnya, yang lebih banyak diminati adalah Vietnam, Thailand, dan Malaysia,” katanya.

Peningkatan Investasi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 26-28 Oktober telah menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang ekonomi, termasuk penguatan perdagangan intra-ASEAN, peningkatan investasi regional, penguatan integrasi lintas sektor, serta komitmen bersama menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan gangguan rantai pasok.

Berdasarkan data ASEAN, volume perdagangan di kawasan pada 2024 mencapai 3,85 triliun dollar AS, dengan perdagangan intra-ASEAN menyumbang sekitar 823,1 miliar dollar AS atau 21,4 persen dari total perdagangan.

Diminta terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya, Wibisono, mengatakan, para anggota harus terlebih dahulu mengatasi hambatan yang ada agar integrasi perdagangan ASEAN berhasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.