Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asia Tenggara Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Asia Tenggara Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Doc: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Ket. Kapal peti kemas Taiwan Evergreen berlayar usai bongkar muat di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/9).

JAKARTA - Kawasan Asia Tenggara (Asean) mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,4 persen pada tahun 2010 hingga 2022. Kawasan ini pun disebut menjadi kekuatan baru ekonomi global. Dari pertumbuhan tersebut, Asia Tenggara mencatat jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3,4 triliun dollar AS.

"Kawasan Asia Tenggara mencatat pertumbuhan yang stabil setiap tahunnya yakni lebih dari 4 persen," kata Director Deputy Head Drewry Maritime Services Asia Pte Ltd, Jayendu Krishna, baru-baru ini,

Sepertu dikutip dari CNBC Indonesia, Jayendra menegaskan Asia Tenggara menjadi salah satu perekonomian terbesar di dunia, bahkan selama 15 tahun, PDB Asia Tenggara tumbuh di atas 4 persen. Menurut dia, PDB Asia Tenggara mengalami penurunan hanya ketika krisis keuangan global dan masa pandemi Covid-19.

"Jika melihat ke depan, terdapat ekspektasi pertumbuhan yang sangat baik, dan kami memperkirakan pertumbuhan akan jauh di atas 4 persen untuk Asia Tenggara secara keseluruhan," tegas Jayendra dalam gelaran Gastech 2024, di George R. Brown Convention Center, Texas, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Jadi, PDB riil Asia Tenggara adalah sekitar 3,4 triliun dollar AS, setara dengan India yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia. PDB-nya sebesar lima triliun dollar AS, tidak jauh berbeda dengan kondisi India saat ini," tutur Jayendra.

Terbesar Kelima

Dengan capaian itu, PDB Asia Tenggara diprediksi bakal menjadi yang terbesar kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Jerman.

Seperti dikutip dari Antara, sebelumnya pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menyebut negara-negara anggota Asean telah secara sungguh-sungguh mempersiapkan sebuah integrasi ekonomi, sebagaimana terlihat dalam kebijakan ekonomi makro pada masing-masing negara.

Pertama, tambah Rezasyah, tumbuhnya kesadaran kolektif, jika Asean kelak akan menjadi sebuah pasar yang besar dan kuat, sekaligus sebagai basis produksi yang kokoh. Kedua, meratanya tekad untuk mempermudah prosedur dan praktik dalam pertukaran barang, jasa dan tenaga kerja.

"Ketiga, sudah adanya rasa bangga jika Asean dapat berkembang menjadi sebuah kawasan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing dan terhubung dengan kawasan lainnya di dunia," kata Rezasyah.

Sebelumnya, Senior Economist Bank DBS, Radhika Rao, menyampaikan Asia Tenggara berpeluang akan mengungguli Tiongkok dalam hal pertumbuhan PDB dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada dekade mendatang.

Proyeksi tersebut juga telah tertuang dalam laporan bertajuk Navigating High Winds : Southeast Asia Outlook 2024-2034 yang dirilis oleh Angsana Council, Bain & Company, dan Bank DBS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.