Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ASEAN-BAC 2023 Telurkan 8 Proyek Warisan

📅 Senin, 04 Sep 2023, 11:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN-BAC 2023 Telurkan 8 Proyek Warisan Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Ketua ASEAN-BAC 2023 Arsjad Rasjid (empat kanan) saat menghadiri peluncuran delapan proyek warisan pada ASEAN Business and Investment Summit 2023 di Jakarta, Senin (4/9/2023).

JAKARTA - Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-BAC) 2023, di bawah Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023, menghasilkan delapan proyek warisan (legacy projects) yang diluncurkan pada hari kedua pelaksanaan ASEAN Business and Investment Summit 2023 di Jakarta, Senin

Delapan proyek warisan tersebut ialah ASEAN QR Code, Marketplace Lending Platform, Wiki Enterpreneur, Carbon Center of Excellence, ASEAN Net Zero Hub, ASEAN One Shot Campaign, Inclusive Closed-Loop Model for Agricultural Products, dan ASEAN Business Entity.

"Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk berdiri di hadapan anda semuanya, untuk mengumumkan proyek-proyek warisan dari Kepemimpinan Indonesia di ASEAN BAC 2023. Hal ini merupakan cerminan nilai-nilai kami untuk menghadirkan solusi inovatif di kawasan ini," kata Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjidpada ASEAN Business and Investment Summit 2023 di Jakarta, Senin.

Proyek-proyek tersebut mencakup lima agenda prioritas kebijakan, mulai dari transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, serta memfasilitasi perdagangan dan investasi, termasuk di dalamnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), konektivitas masyarakat, dan dekarbonisasi ekonomi.

Melalui delapan proyek warisan tersebut, diharapkan muncul upaya nyata dan praktik konkret untuk mengatasi lima agenda prioritas.

Hal itu karena ASEAN-BAC berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan kemajuan budaya di kawasan, dengan fokus bersama dalam mengatasi lima prioritas penting tersebut.

Arsjad, yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengatakan ASEAN-BAC bertekad menjadikan ASEAN sebagai kawasan tujuan investasi dan perdagangan paling menarik di dunia. Hal itu sesuai tema yang diusung, yakni "ASEAN Centrality: Innovating towards Greater Inclusivity".

Keketuaan ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia bertujuan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang stabil dan damai, menjunjung tinggi hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan dengan tetap menjaga perdamaian internal, sentralitas, serta menjadi kawasan ekonomi tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

38 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.