Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Listrik Padam, KPU Rejang Lebong Instruksikan PPK Siapkan Genset Pada TPS Sulit

📅 Minggu, 04 Feb 2024, 05:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Listrik Padam, KPU Rejang Lebong Instruksikan PPK Siapkan Genset Pada TPS Sulit Doc: ANTARA/dokumen/Nur Muhamad
Ket. Ketua KPU Rejang Lebong Ujang Maman.

Rejang Lebong - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menginstruksikan panitia pemilihan kecamatan yang di daerahnya terdapat tempat pemungutan suara kategori sulit agar menyiapkan gensetuntuk mengantisipasi apabila terjadi listrik padam.

"Untuk TPS sulit denganketerbatasan listrik sudah kita antisipasi dengan menginstruksikan kepada masing-masing PPK (panitia pemilihan kecamatan) untuk menyiapkan genset," kata Ketua KPU Rejang Lebong Ujang Maman di Rejang Lebong, Sabtu.

Ujang menjelaskan penyiapan gensetuntuk mengantisipasi kejadian listrik padam mengingat pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024 diperkirakan berlangsung sampai malam hari dan menggunakan aplikasi Sirekap(Sistem Informasi Rekapitulasi).

Pada Pemilu 14 Februari 2024, masyarakat Kabupaten Rejang Lebong akan menggunakan hak pilihnya melalui816 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar pada 15 kecamatan. Dari jumlah TPSitu, KPU Rejang Lebong mencatat ada 13 TPS masuk kategori sulit.

Menurut Ujang, belasanTPS yang masuk kategori sulit itu lokasinya berada jauh dari ibu kota kecamatan, akses jalannya masih tanah dan berada di perbukitan.

Guna mengantisipasi keterlambatan pengiriman logistik keTPS sulit itu, KPU Rejang Lebongakan mendahulukan pengirimannya dengan dikawal aparat kepolisian dibantu TNI.

"Mudah-mudahan pendistribusian logistik untuk TPS sulit ini tidak ada kendala. Kita merencanakan pendistribusian logistik mulai tanggal 10, 11 dan 12 Februari," ujarnya.

Ia menambahkan seluruh logistik pemilu masih tersimpan rapi di gudang KPU Rejang Lebong di Kelurahan Batu Galing, Kecamatan Curup Tengah.

"Pendistribusian logistik nantinya akan dilakukan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur), yakni ditutup menggunakan terpal antiair, mau hujan atau tidak sesuai SOP-nya harus ditutup dengan terpal dan dikawal aparat keamanan," tambahUjang Maman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.