Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Kebakaran Hutan, Sumsel Prioritaskan Pengawasan Lahan Tidak Produktif Cegah Karhutla

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 20:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kebakaran Hutan, Sumsel Prioritaskan Pengawasan Lahan Tidak Produktif Cegah Karhutla Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko P
Ket. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjawab pertanyaan wartawan seusai giat penguatan kapasitas kawasan pencegahan Karhutla tahun 2023 di Griya Agung, Palembang, Rabu (17/5/2023).

Palembang - Antisipasi kebakaran hutan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memprioritaskan pengawasan terhadap lahan-lahan tidak produktif sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran seiring prediksi cuaca panas sepanjang hingga akhir tahun ini.

Gubernur Sumsel Herman Deru, di Palembang, Rabu, mengatakan hal tersebut dikarenakan sebagian besar titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit timbul di lahan-lahan mineral yang tidak produktif atau terlantar.

Di atas lahan tidak produktif itu, tim monitoring penanggulangan bencana Sumsel mencatat setidaknya sejak Januari hingga 17 Mei 2023 ini telah terpantau sebanyak 550 titik panas.

Jumlah sebaran titik panas itu meningkat diketahui sebelumnya pada periode yang sama di bulan Maret 2023 yang terpantau hanya sebanyak 91 titik panas dan April 300 titik panas.

Dari 17 kabupaten kota, jumlah titik panas terbanyak terpantau berada di wilayah Kabupaten Musi Rawas (48 titik panas) dan Musi Rawas Utara (33 titik panas) selebihnya rata-rata 11-20 titik panas.

"Merespons hasil pantauan itu maka pengawasan lahan terlantar tentu jadi prioritas yang diketahui pula sebagian besar merupakan lahan mineral," kata dia.

Menurutnya, meningkatnya jumlah sebaran titik panas tersebut dikhawatirkan semakin meluas seiring cuaca panas yang berlangsung beberapa pekan ini. Bahkan, BMKG memprediksi musim panas akan berlangsung hingga akhir tahun atau pada puncaknya di Oktober 2023 atas adanya fenomena badai El-Nino.

Untuk itu, pemerintah provinsi Sumsel saat ini pula mulai mengaktifkan pengoperasian Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya menanggulangi karhutla.

Pengaktifan TMC itu dilakukan setelah Gubernur Sumsel menerbitkan surat izinnya, pada Rabu (26/4) yang kemudian diteruskan ke setiap kepala daerah di 17 kabupaten dan kota setempat.

TMC merupakan kegiatan modifikasi atau merekayasa cuaca untuk meningkatkan potensi turunnya hujan di antaranya dengan cara menyemai garam dalam jumlah besar ke awan potensial.

Potensi ini perlu dimitigasi karena akan berdampak terhadap ketersediaan air untuk pertanian, PLTA, wisata, dan dampak sosial-ekonomi seperti tahun 2015.

Selain itu, menurutnya, data yang didapatkan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan saat itu karhutla mengakibatkan kekeringan tanaman padi seluas 597 ribu hektare termasuk di Sumsel.

"Kami pun telah menyiagakan sebanyak 8.518 personel gabungan terdiri dari BPBD, TNI/Polri, KLHK, segenap unsur masyarakat peduli api dan tim binaan perusahaan konsesi hutan lengkap dengan peralatan penunjang ke daerah rawan di setiap 17 kabupaten kota," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.