Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aneh Tapi Nyata, Anggota DPR Sebut Ada WNA Beli Elpiji Subsidi di Bali

📅 Senin, 31 Jul 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aneh Tapi Nyata, Anggota DPR Sebut Ada WNA Beli Elpiji Subsidi di Bali Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta (kiri) berbincang dengan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati di sela inspeksi distribusi elpiji subsidi, di Desa Guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (30/7/2023).

Denpasar - Aneh tapi nyata. Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menyebutkan ada warga negara asing (WNA) ikut membeli elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di Bali.

"Orang asing yang punya rumah sendiri, vila, pondok sendiri ternyata mereka memanfaatkan. Saya lihat sendiri di lapangan," kata Parta ketika meninjau distribusi elpiji subsidi, di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, WNA yang ikut membeli elpiji subsidi itu diperkirakan karena penjual enggan berdebat dengan orang asing tersebut.

"Iya dia ambil juga kan dikasih juga. Orang juga tidak bisa berdebat dia (WNA) boleh atau tidak (membeli)," ujarnya pula.

Sedangkan produk elpiji menyerupai melon itu diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia yang masih miskin.

Politikus asal Kabupaten Gianyar, Bali itu tidak memberikan detail apakah WNA itu berbelanja elpiji subsidi di pangkalan atau di pengecer.

Adapun harga elpiji subsidi ukuran tiga kilogram di Bali mencapai Rp18 ribu per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.

"Ini kan butuh ada ketegasan juga siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak," katanya lagi.

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya melakukan registrasi pembelian subsidi elpiji tiga kilogram di tingkat pangkalan elpiji resmi.

Konsumen, kata dia, membeli elpiji subsidi meregister melalui nomor induk kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Ia pun membutuhkan dukungan masyarakat terkait kebijakan itu, agar dapat dilakukan identifikasi dan subsidi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada negara.

"Kami harus pertanggungjawabkan kepada negara siapa saja yang ambil (elpiji subsidi)," katanya.

Berdasarkan data Pertamina, dari sekitar 237.500 unit pangkalan resmi elpiji di Indonesia, sebanyak 3.578 unit pangkalan di antaranya berdiri di Bali.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, per Minggu (30/7), jumlah penduduk di Bali yang sudah melakukan registrasi pembelian elpiji subsidi tiga kilogram sudah mencapai 108 ribu dan diperkirakan akan terus bertambah.

Sedangkan konsumsi rata-rata harian untuk produk elpiji subsidi ukuran tiga kilogram di Bali mencapai 264.000 tabung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.