Alex Pastoor Ungkap Alasan Tak Kaget Diberhentikan PSSI Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 20:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Andri Saputra
JAKARTA — Mantan asisten pelatih timnas Indonesia, Alex Pastoor, mengaku sama sekali tidak terkejut dengan keputusan PSSI yang memberhentikan kontraknya bersama tim kepelatihan asal Belanda di tim Garuda. Bersama Pastoor, Denny Landzaat, dan pelatih kepala Patrick Kluivert, mereka hanya bertahan sekitar sembilan bulan di Indonesia menyusul kegagalan membawa Merah Putih ke Piala Dunia 2026.
“Anda sudah terlalu lama berkecimpung di dunia sepak bola untuk terkejut dengan hal ini,” ujar Pastoor, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia kepelatihan, dikutip dari media Belanda Voetbal International, Selasa.
Kegagalan Indonesia mencapai Piala Dunia 2026 terjadi setelah menelan kekalahan di babak kualifikasi putaran keempat. Tim Garuda kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3, serta dari Irak 0-1 di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Dua kekalahan itu membuat mimpi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia tetap tertunda, meski perjuangan mereka sudah dimulai sejak babak kualifikasi putaran pertama dua tahun lalu.
Pastoor menilai proyek timnas Indonesia seharusnya berjalan lebih panjang dari sekadar upaya mencapai Piala Dunia. “Kalau sentimen langsung menjadi sangat negatif, Anda juga harus bertanya-tanya seperti apa atmosfer yang akan dihadapi. Kami tidak tahu itu, tetapi mereka berkonsultasi beberapa hari setelah kembali dari Jeddah dan memutuskan bahwa di sinilah semuanya berakhir,” ungkapnya.
Pelatih 58 tahun itu menegaskan bahwa tim kepelatihannya sudah berusaha maksimal untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia. Namun, strategi permainan yang diterapkan, termasuk sistem empat bek di putaran keempat, dinilai belum cukup untuk mengalahkan Arab Saudi maupun Irak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sebenarnya, baik di lapangan maupun di staf kepelatihan, kami sudah berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka. Saya rasa kami telah melakukan itu sepenuhnya. Tapi tetap saja, itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara sekelas ini,” kata Pastoor.
Meski gagal, Pastoor menunjukkan sikap profesional dan terbuka terhadap proses evaluasi. Ia menyadari bahwa dalam dunia sepak bola, hasil akhir kerap menjadi tolok ukur utama, meski usaha dan strategi sudah diterapkan dengan maksimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!