Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksesibilitas Pendidikan Anak-anak Keluarga Marginal Perlu Diperluas

📅 Selasa, 25 Apr 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Aksesibilitas Pendidikan Anak-anak Keluarga Marginal Perlu Diperluas Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Nonformal pada Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY, Serafin Wisni Septiarti.

YOGYAKARTA - Dalam bidang pendidikan, kultur yang kondusif merupakan suatu aktivitas pembelajaran yang mengantarkan cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh satuan pendidikan, dan menjadi tolok ukur pada kelakuan peserta didik. Pemahaman tersebut menuntut kesadaran masyarakat khususnya sekolah, keluarga dan masyarakat untuk berkolaborasi dengan pendidikan sebagai pendekatannya.

Keterlibatan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak setidaknya diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan tetap berpatokan pada etika dan budaya Indonesia.

Demikian dikatakan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Nonformal pada Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY, Serafin Wisni Septiarti.

Menurut siaran persnya, Wisni mengatakan konfigurasi pendidikan anak marginal merupakan proses pembentukan pola pendidikan informal dalam keluarga dan lingkungan yang secara sinergis bersama sekolah berbasis sistem pengetahuan, nilai, sikap dan kecakapan dasar atau keterampilan yang dibutuhkan anak dalam perkembangan sosialnya.

"Proses pembelajaran informal tidak lepas dari peran, fungsi keluarga, suasana rumah, kondisi sosial ekonomi, teman sebaya, media massa serta lingkungan tempat tinggal merupakan proses terjadinya kontinuitas pendidikan antara keluarga dan sekolah," katanya, Minggu (24/4) di UNY.

Wanita kelahiran Yogyakarta, 12 September 1958 itu mengatakan karakteristik anak marginal dengan latar belakang sosial ekonomi rendah, akses terhadap aspek informasi dan teknologi rendah, sering disebut rentan terhadap perubahan sosial berdampak negatif pada kualitas hidup dan masa depannya.

"Pendidikan non formal memiliki peluang sekaligus tantangan untuk menjadi pelengkap, penambah dan pengganti pendidikan formal. Oleh karena itu penddidikan menjadi salah satu alternatif pembangunan pendidikan bagi anak-anak yang secara sosial ekonomi dan budaya kurang beruntung," kata Wisni.

Satuan-satuan pendidikan yang berkembang di masyarakat seperti lembaga kursus, pendidikan keterampilan berdasarkan potensi dan jenis keterampilan sesuai dengan kebutuhan belajar anak-anak marginal. Prinsip kemitraan, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan kelompok marginal melalui penelitian, pengabdian pada masyarakat perlu dikuatkan secara kelembagaan, terkhusus program studi yang berkait erat dengan peningkatan aksesibilitas pendidikan yang berkualitas untuk semua.

Menurut dosen Pendidikan Luar Sekolah FIPP UNY tersebut aksesibilitas pendidikan berkualitas bagi semua menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak marginal berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sampai saat ini menjadi prioritas pembangunan.

Pembelajaran di lembaga-lembaga pendidikan formal dan pendidikan nonformal mensyaratkan peran pendidik berperspektif multikultural, memberi kesempatan yang sama bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi, memfasilitasi belajar dengan berbagai perbedaan, minat, gaya belajar peserta didik. Oleh karena itu pendidik dalam tugas pembelajarannya menggunakan metode, strategi yang berbeda (deferential learning).

Doktor Ilmu Pendidikan Pascasarjana UNY itu memaparkan secara perundang-undangan, peserta didik sekalipun mereka adalah rentan, marginal, terpinggirkan yang sangat identik dengan keterbatasan ini memiliki hak yang sama untuk menikmati layanan pendidikan formal maupun non formal di usia sekolahnya.

Gerakan pendidikan untuk semua yang sejak 1990 dicanangkan UNESCO bersama UNDP dan UNICEF dikembangkan secara luas oleh berbagai negara di dunia dengan komitmen pendidikan berkualitas untuk semua pada tahun 2015. Tonggak-tonggak bersejarah komitmen dunia terhadap kebutuhan pendidikan bagi semua tidak terkecuali kelompok rentan, atau marginal berlangsung hingga saat ini.

Di banyak negara isu pendidikan nonformal menjadi topik-topik khusus yang dianggap sebagai pendidikan yang menjadi pemecah bagi persoalan-persoalan layanan pendidikan masyarakat, terutama masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal.

Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan dan penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian seperti pendidikan kecakapan hidup (life skills), pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pelatihan kerja, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.