Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

22 Ribu Posyandu di Jateng Sudah Jalankan 6 Layanan SPM, TP Posyandu Dorong Penguatan Kelembagaan

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 18:33 WIB | Oleh:
22 Ribu Posyandu di Jateng Sudah Jalankan 6 Layanan SPM, TP Posyandu Dorong Penguatan Kelembagaan Doc: koran jakarta/dok
Ket. Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin saat Rakornas TP Posyandu 2025, di Jakarta (22/9)

SEMARANG – Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat kelembagaan Posyandu agar mampu memberikan layanan secara menyeluruh sesuai amanat enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hingga kini, tercatat 22.430 Posyandu di Jawa Tengah telah bertransformasi menjalankan enam layanan, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Enam bidang layanan tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), perumahan rakyat, pekerjaan umum, dan bidang sosial.

Data E-Prodeskel menunjukkan, dari total 49.149 Posyandu yang ada di Jawa Tengah, sekitar 45 persen sudah memenuhi kriteria enam layanan tersebut dan kini sedang diajukan untuk memperoleh nomor registrasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa pembinaan akan terus digencarkan agar seluruh Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, melainkan juga merambah lima bidang lain.

“Dari 49 ribu Posyandu, yang sudah transformasi menjadi Posyandu 6 SPM baru 22 ribu lebih. Ke depan, semua harus bisa menyelenggarakan layanan lintas bidang,” jelas Nawal seusai menghadiri Rakornas TP Posyandu 2025 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, Senin (22/9).

Ia menambahkan, TP Posyandu Jateng bersama 35 kabupaten/kota segera menyusun Rencana Strategis (Renstra) agar selaras dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Selain itu, Posyandu juga didorong untuk menghadirkan inovasi serta menggandeng perangkat daerah (OPD) terkait.

“Harapannya, dengan adanya enam SPM ini, semua bidang bisa terlayani tanpa membebani kader. Jadi Posyandu bukan hanya tentang kesehatan, tapi menjadi pusat layanan masyarakat desa,” kata Nawal, yang juga Ketua TP PKK Jawa Tengah.

Nawal menyebutkan, Rakornas kali ini memberi kepastian aturan bahwa pemerintah daerah dan desa wajib mengalokasikan anggaran untuk operasional Posyandu serta insentif bagi kader.

“Ini angin segar bagi kita. Ada regulasi yang mewajibkan penganggaran untuk Posyandu, termasuk porsinya. Jadi keberlangsungan kelembagaan lebih terjamin,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum TP Posyandu Pusat, Tito Karnavian, menekankan pentingnya pembinaan berjenjang, dari provinsi hingga desa, agar implementasi enam layanan SPM berjalan optimal.

“Ibu-ibu sekalian sebagai istri kepala daerah diharapkan bisa menetapkan TP Posyandu desa atau kelurahan, lalu memastikan pelaksanaan enam SPM terlaksana maksimal,” pesannya.

Dia juga mengingatkan perlunya kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari OPD pengampu, Dinas PMD, Bappeda, hingga BPKAD, agar program Posyandu dapat berjalan terukur.

“Rencana kerja harus jelas: output apa, target apa, dan anggarannya berapa. Ketua TP Posyandu ibarat pengingat sekaligus pemberi saran, supaya arah kerja tidak melenceng,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.