Surplus Dagang Menyusut, Rupiah Terancam, Ekonom: Ini Bukan Sekadar Angka, Tapi Alarm Stabilitas!
Minggu, 08 Nov 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim RedaksiBerdasarkan golongan penggunaan barang, impor bahan baku dan penolong mendominasi dengan nilai 150,57 miliar dollar AS, diikuti barang modal sebesar 41,55 miliar dollar AS dan barang konsumsi sebesar 18,51 miliar dollar AS.
Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai penyusutan surplus perdagangan Indonesia perlu diantisipasi karena dapat mengurangi penopang neraca transaksi berjalan dan meningkatkan kerentanan stabilitas ekonomi makro.
Faisal, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan surplus perdagangan barang selama ini berperan mengimbangi defisit pada komponen lain dalam neraca transaksi berjalan, terutama perdagangan jasa dan pendapatan primer.
Menurut dia, ketika surplus perdagangan barang menyusut, kontribusinya dalam menutup defisit pada komponen lainnya turut berkurang. Jika kondisi tersebut memperlebar defisit transaksi berjalan, stabilitas ekonomi makro dapat menghadapi tekanan lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!