Raphinha Jadi Jawaban Barcelona atas Kegagalan Merekrut Julian Alvarez
Jumat, 06 Nov 2026, 09:17 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSejak saat itu, performanya terus meningkat. Raphinha bukan hanya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan, tetapi juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai salah satu kapten tim.
Musim lalu, Raphinha harus absen akibat cedera ketika Barcelona disingkirkan Atletico Madrid pada perempat final Liga Champions. Kini, dia menjadi salah satu pemain kunci yang diharapkan mampu membantu Blaugrana menghindari hasil mengecewakan ketika kembali menghadapi pasukan Diego Simeone.
Atletico saat ini menempati posisi kedua klasemen La Liga, hanya terpaut dua poin dari Barcelona. Kemenangan di Stadion Metropolitano akan membuka peluang bagi Los Rojiblancos untuk mengambil alih posisi puncak dari juara bertahan tersebut.
Transformasi Raphinha menjadi penyerang tengah ternyata tidak langsung berjalan mulus. Pada awal musim, pemain Brasil itu sempat memiliki keraguan ketika Flick memintanya menempati posisi tersebut setelah Barcelona gagal mendatangkan Alvarez.
Sebaiknya Anda baca juga:
Raphinha mengaku sempat khawatir karena posisi penyerang tengah merupakan area yang sebelumnya identik dengan Robert Lewandowski.
"Anda berada di posisi yang sebelumnya hanya ditempati (Robert) Lewandowski. Jika tidak mencetak gol, orang-orang akan menilai Anda berdasarkan hal tersebut," ujar Raphinha.
"Saya sempat memiliki beberapa keraguan karena hal itu, termasuk mengenai kemampuan bermain dengan membelakangi gawang. Namun, pada akhirnya saya merasa mampu melakukannya dengan baik dan menikmati posisi tersebut."
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, keraguan itu seolah menjadi masa lalu. Raphinha telah mencetak 19 gol dalam 13 penampilan di seluruh kompetisi musim ini.
Rekan setimnya, Fermin Lopez, bahkan menggambarkan betapa efektifnya Raphinha ketika berada dalam performa terbaik.
"Kami memberikan bola kepadanya dan dia memasukkannya ke gawang," kata Fermin secara lugas pada September lalu.
Situasi tersebut berbanding terbalik dengan Alvarez yang masih kesulitan menemukan performa terbaiknya bersama Atletico. Penyerang Argentina itu bahkan sempat mendapat siulan dari pendukung sendiri sebelum penampilannya mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir.
Alvarez baru mencetak dua gol dalam 11 penampilan di seluruh kompetisi.
Sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti Barcelona, Raphinha tentu menjadi pemain yang paling terpukul ketika timnya menerima kritik setelah kekalahan dari PSG dan Real Madrid. Karakternya yang penuh determinasi membuat dia bertekad membuktikan kemampuan Barcelona menghadapi klub-klub besar.
Pertandingan melawan Atletico menjadi panggung penting bagi Raphinha untuk menjawab keraguan tersebut.
Dengan performa yang kembali menanjak, pemain Brasil itu ingin menunjukkan bahwa Barcelona sebenarnya telah memiliki penyerang yang mereka butuhkan selama ini. Mereka tidak harus bergantung pada Julian Alvarez untuk menemukan mesin gol baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!