Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Hasil Pemilu AS

6 Jumat, 06 Nov 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Hasil Pemilu AS Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Hasil Pemilu AS Doc: Antara

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (6/11), bergerak melemah 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp18.095 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah Jumat hari ini, dipengaruhi hasil pemilu paruh waktu AS yang dimenangkan oleh Partai Demokrat.

“Hasil pemilu tersebut pada awalnya meningkatkan selera risiko di pasar keuangan global, ditambah dengan berlanjutnya penurunan harga minyak dunia,” ucapnya di Jakarta, Jumat.

Investor disebut mulai mencermati kembali implikasi dari kemenangan telak Partai Demokrat dalam midterm elections di AS, yang memicu aksi jual secara luas di pasar saham AS.

Pelaku pasar mulai mengalihkan investasi dari saham-saham terkait Artificial Intelligence (AI) ke aset-aset safe haven, di tengah kekhawatiran bahwa sejumlah pejabat Partai Demokrat yang baru terpilih berpotensi mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap industri AI.

Di samping itu, sentimen juga berasal dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang secara mengejutkan meningkat menjadi 5,47 persen year on year (yoy) dari 5,29 persen yoy pada kuartal sebelumnya. Akselerasi tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pertumbuhan ekspor dan perubahan inventori, di tengah melemahnya permintaan domestik.

“Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp18.025–Rp18.125 per dolar AS,” kata dia.

Untuk yield obligasi pemerintah Indonesia sendiri mengalami penurunan di seluruh tenor pada perdagangan Kamis (5/11), didukung oleh membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global serta berlanjutnya penurunan harga minyak dunia. Yield obligasi pemerintah benchmark tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun sebesar 20 basis points (bps), 8 bps, 2 bps, dan 7 bps menjadi 7,38 persen, 7,66 persen, 7,73 persen, dan 7,69 persen.

Sementara itu, aktivitas perdagangan obligasi pemerintah meningkat, tercermin dari kenaikan total volume transaksi menjadi Rp25,9 triliun dari Rp19,46 triliun pada perdagangan sebelumnya.

“Namun demikian, kepemilikan investor asing pada obligasi pemerintah Indonesia tercatat turun sebesar Rp0,68 triliun menjadi Rp915 triliun per 4 November 2026, setara dengan 12,97 persen dari total outstanding,” ungkap Josua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.