Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom CORE Ingatkan Stabilitas Keuangan Belum Menjamin Ekonomi Rakyat Membaik

5 Kamis, 05 Nov 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom CORE Ingatkan Stabilitas Keuangan Belum Menjamin Ekonomi Rakyat Membaik Ekonom CORE Ingatkan Stabilitas Keuangan Belum Menjamin Ekonomi Rakyat Membaik Doc: Antara
Ket. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kedua kiri) didampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kanan) foto bersama seusai konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11).

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia yang terjaga pada triwulan III-2026 perlu diikuti dengan perbaikan kondisi ekonomi riil, terutama daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Yusuf di Jakarta, Rabu (4/11), mengamini penilaian Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bahwa kinerja sektor keuangan selama triwulan III-2026 masih terjaga. Namun, menurut dia, stabilitas tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi ekonomi riil yang sehat.

“Menurut saya, tantangan terbesar bukan menjaga stabilitas keuangan karena itu relatif masih terkendali. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan stabilitas tersebut diterjemahkan menjadi perbaikan ekonomi riil,” kata Yusuf.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi riil masih menunjukkan sejumlah sinyal yang beragam. Pertumbuhan kredit memang berada pada level tinggi, tetapi terutama didorong oleh pembiayaan korporasi dan investasi. Sementara itu, pemulihan konsumsi rumah tangga masih berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan.

“Ini menunjukkan ada jarak antara kesehatan sektor keuangan dan kondisi masyarakat. Perbankan terlihat sehat, tetapi daya beli belum tentu ikut kuat,” ujarnya.

Yusuf juga mengingatkan bahwa asesmen KSSK terhadap kondisi triwulan III bersifat melihat periode sebelumnya (backward looking), sehingga belum tentu menggambarkan risiko yang berkembang setelah kuartal tersebut berakhir.

Menurut dia, tekanan di pasar keuangan mulai terlihat dari pelemahan rupiah hingga melampaui Rp18.000 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun di bawah level 5.000, meningkatnya biaya utang pemerintah, serta berlanjutnya arus keluar modal asing dari pasar saham.

“Artinya, kondisi yang dinilai stabil pada kuartal III belum tentu mencerminkan risiko yang sedang berkembang saat ini,” ujarnya.

Perekonomian Domestik

Sebelumnya, KSSK memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang triwulan III-2026.

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga dengan baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Suahasil menjelaskan perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, yang tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang terjaga.

Meski demikian, KSSK mencermati meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia sejak memasuki Oktober 2026. Tekanan tersebut dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi global serta kebijakan moneter sejumlah negara yang cenderung ketat.

Dari dalam negeri, pengetatan likuiditas turut menjadi perhatian. Perkembangan pasar saham yang dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga mewarnai kondisi pasar keuangan domestik.

KSSK turut menyoroti peningkatan arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham di tengah tekanan tersebut.

“Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita. Meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,” ujar Suahasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...

Indikasi Perbuatan Makar

1 jam lalu | Ones

Nasional
Indikasi Perbuatan Makar

Korut Enggan Berdialog Kembali dengan AS

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Enggan Berdialog Kemb...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.