Latvia Pilih Fokus Bahas Isu AI Saat Pertama Kali Pimpin DK PBB
Rabu, 04 Nov 2026, 15:29 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Hans Lucas
ISTANBUL - Dewan Keamanan (DK) PBB akan memusatkan agenda November 2026 pada implikasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru terhadap perdamaian dan keamanan, kata Wakil Tetap Latvia untuk PBB, Sanita Pavluta-Deslandes, Senin (2/11).
Hal itu dilakukan seiring dengan dimulainya masa jabatan Latvia sebagai ketua bergilir Dewan Keamanan untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut.
"Kami meyakini bahwa isu mengenai teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, serta dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan, merupakan topik yang akan terus ada dalam agenda Dewan," kata Pavluta-Deslandes kepada para wartawan di markas besar PBB.
Dia menambahkan bahwa teknologi telah menjadi prioritas yang mapan bagi badan beranggotakan 15 negara tersebut.
Acara utama di bawah kepemimpinan Latvia dijadwalkan berlangsung pada 24 November 2026, berupa debat terbuka tingkat menteri dengan tema "Penyelesaian konflik di era perubahan teknologi yang pesat."
Sebaiknya Anda baca juga:
Pavluta-Deslandes menjelaskan bahwa diskusi tersebut akan mengkaji bagaimana perangkat-perangkat baru memengaruhi perlindungan terhadap warga sipil, pasukan penjaga perdamaian, personel kemanusiaan, dan pekerja media, serta perannya dalam pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian.
Pavluta-Deslandes menegaskan bahwa Dewan Keamanan tidak akan berupaya menetapkan kerangka regulasi global atau sistem tata kelola umum untuk AI, seraya mencatat bahwa penyusunan aturan yang lebih luas tetap menjadi tanggung jawab Majelis Umum PBB.
Perwakilan dari sektor teknologi dan perusahaan AI akan memberikan penjelasan kepada anggota Dewan. Selain itu, Kelompok Pakar Informal mengenai ancaman baru dan perubahan teknologi, yang dibentuk bersama Yunani dan diikuti oleh 10 anggota Dewan, akan mengadakan sesi perdananya bulan ini.
Masa kepemimpinan itu menandai kali pertama Latvia memimpin Dewan Keamanan PBB, yang bertepatan dengan peringatan kenegaraan Latvia pada November 2026 untuk merayakan deklarasi kemerdekaan negara tersebut pada 1918.
Pavluta-Deslandes juga mengonfirmasi bahwa Dewan Keamanan telah menerima dan mengedarkan surat resmi dari Turki yang mencalonkan Duta Besar Feridun Sinirlioglu sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang ditujukan kepada Dewan Keamanan maupun Majelis Umum PBB.
"Benar, telah ada surat resmi dari Turki mengenai pencalonan tersebut, yang ditujukan kepada Presiden Dewan Keamanan dan Presiden Majelis Umum," ujarnya, seraya menambahkan, "Surat tersebut telah diedarkan sebagaimana mestinya, sehingga pencalonan ini bersifat resmi."
Duta besar tersebut menyatakan bahwa pemungutan suara awal akan dilaksanakan sepanjang November 2026, seraya menekankan urgensi situasi mengingat hanya tersisa dua bulan sebelum masa jabatan lima tahun dimulai pada 1 Januari 2027.
Dia menyuarakan dukungan bagi terpilihnya seorang perempuan sebagai sekretaris jenderal, setelah delapan dekade kepemimpinan laki-laki, sembari menegaskan kembali bahwa seluruh kandidat harus menunjukkan kompetensi mereka.
Mengenai konflik regional, Pavluta-Deslande menyoroti agenda pertemuan terkait konflik Russia-Ukraina, di tengah serangan yang menyasar jaringan energi vital menjelang musim dingin, serta serangan terhadap kapal komersial pengangkut biji-bijian di Laut Hitam yang mengancam ketahanan pangan internasional.
Terkait Timur Tengah, dewan dijadwalkan untuk menandai satu tahun Resolusi 2803 dengan merilis laporan setengah tahunan Dewan Perdamaian pada 17 November, yang akan ditutup dengan debat mengenai Palestina pada 30 November.
Kepemimpinan dewan juga mengonfirmasi akan mengundang perwakilan masyarakat sipil untuk memberikan paparan dalam sesi pembahasan mengenai Suriah, South Sudan, dan Timur Tengah, dengan menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap tindakan pembalasan apa pun terhadap para pemantau hak asasi manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!