Evakuasi Kru Helikopter Jatuh di Kalteng, Basarnas Kerahkan 6 Penyelam, Satu Orang Tewas
Rabu, 04 Nov 2026, 18:24 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Firman
JAKARTA - Basarnas mengerahkan enam personel penyelam untuk membantu mengevakuasi kru helikopter yang kecelakaan saat melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu.
"Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11).
Menurut dia, enam penyelam terlatih dari Kantor SAR Palangka Raya itu yang diberangkatkan itu bergabung dengan tim yang disiapkan oleh TNI AD.
"Kami memaksimalkan penyelam yang dari Kantor SAR Palangka Raya dulu, penyelam Basarnas Spesial Grup (BSG) di Jakarta juga ready, (sewaktu-waktu) siap digerakkan," cetusnya.
Adapun dalam siaran pers resmi TNI AD yang diterima wartawan sebelumnya, dijelaskan peristiwa kecelakaan Helikopter Mi 17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh di sungai.
Sesaat setelah peristiwa itu, TNI AD langsung mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Sedangkan lima orang dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan di RS yang sama.
Namun belum ada laporan resmi terkait bagaimana evakuasi badan helikopter.
Misi Pemadaman Karhutla
Sebelumnya diberitakan, helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu.
"Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan," kata Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata.
Dia menjelaskan, helikopter tersebut diketahui menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Telaga Pulang dengan rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.
Saat ini, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dilaporkan sedang menuju lokasi kejadian untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan.
"Kami bersama Pangdam sedang menuju lokasi untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!