Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Anak Down Syndrome Tewas Dibully, Kemenkes dan POTADS Mengecam Keras

1 Minggu, 01 Nov 2026, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anak Down Syndrome Tewas Dibully, Kemenkes dan POTADS Mengecam Keras Anak Down Syndrome Tewas Dibully, Kemenkes dan POTADS Mengecam Keras Doc: Antara
Ket. Anak-anak dengan down syndrome bermain musik dalam kegiatan kegiatan jalan sehat bersama anak down syndrome di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) mengecam keras kasus perundungan di Surabaya serta menuntut penerapan nol toleransi terhadap kekerasan yang mengincar kepada anak dengan disabilitas.

Ketua Umum POTADS, Eliza Rogi dalam kegiatan jalan sehat bersama anak down syndrome di Jakarta, Minggu mengungkapkan kepiluan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang anak penyandang down syndrome berusia sepuluh tahun di Surabaya pada bulan lalu.

​"Apalagi, yang belum lama ini terjadi kejadian yang mengiris hati kami, dimana ada anak dengan down syndrome 10 tahun yang akhirnya harus meninggal karena dianiaya oleh orang di sekitarnya, anak kecil," kata Eliza.

Ia menilai peristiwa tragis tersebut menjadi cambuk bagi komunitas untuk terus mengintensifkan edukasi agar masyarakat tidak lagi menolak, apalagi menganiaya anak-anak disabilitas hanya karena perbedaan kondisi.

​Eliza memohon kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk membantu menciptakan lingkungan yang memperlakukan anak-anak tersebut dengan layak, setara, dan bermartabat.

​Menanggapi insiden tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi menegaskan bahwa penyediaan ruang yang ramah saja tidak cukup jika tak aman.

​"Kasus kemarin yang memilukan terjadi di Surabaya, bulan lalu menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa together against loneliness juga berarti nol toleransi terhadap segala bentuk perundungan, dan kekerasan kepada anak, termasuk anak kita dengan disabilitas," ucap Endang.

​Ia menggarisbawahi bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif untuk melindungi penyandang down syndrome agar mereka memiliki kesempatan hidup yang aman, sehat, dan setara.

Sebelumnya, terdapat kasus perundungan yang menyebabkan seorang anak penyandang down syndrome berusia 10 tahun, Z, meninggal dunia di Surabaya. Dua terduga pelaku merupakan tetangga korban yang juga masih berusia 10 dan 8 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Awal November, Shell Umumka...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.