Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru melalui APCONF6 di Bali

1 Minggu, 01 Nov 2026, 11:47 WIB | Oleh:
KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru melalui APCONF6 di Bali KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru melalui APCONF6 di Bali Doc: Dok. Ist

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong penguatan riset, pemetaan hingga penempatan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam menjaga situs-situs maritim di bawah laut Indonesia. Perlindungan terhadap warisan maritim bawah laut dinilai penting untuk kelestarian ekosistem yang akan berkontribusi pada pengurangan dampak perubahan iklim, serta kesejahteraan masyarakat pesisir. 

“Kekayaan laut kita tidak sebatas sumber daya alam, termasuk juga warisan-warisan bahwa laut yang selama ini menjadi rumah macam-macam biota. Di beberapa daerah bahkan, warisan bawah laut bahkan dikelola dengan baik menjadi destinasi wisata,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Untuk itu, Menteri Trenggono mendukung penuh pelaksanaan The 6th Asia-Pacific Conference on Maritime and Underwater Cultural Heritage (APCONF6) yang berlangsung di Denpasar, Bali, pada 26–31 Oktober 2026. Mengangkat tema Traditions and Trajectories: Maritime Heritage and Blue Economies in Asia-Pacific”, kegiatan itu diselenggarakan KKP dengan didukung para mitra dari dalam dan luar negeri.

Pesertanya meliputi peneliti, akademisi, pemerintah, komunitas pesisir, masyarakat adat, organisasi internasional, pelaku usaha, serta investor. “Forum ini harsus benar-benar menjadi ruang pertukaran pengetahuan, penguatan kolaborasi, dan dialog kebijakan untuk menghubungkan pelestarian warisan maritim dengan pembangunan ekonomi biru,” ungkap Menteri Trenggono.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano di acara itu mengatakan, Situs USAT Liberty yakni bangkai kapal kargo milik Angkatan Darat Amerika Serikat di dasar laut Tulamben, Bali, menjadi contoh bagaimana warisan bawah air dapat mendukung habitat biota sekaligus wisata bahari. Ini membuktikan bahwa kapal karam merupakan jejak peradaban yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan laut dan penghidupan masyarakat. 

“Dalam menghadapi perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan habitat, penguatan riset, pemetaan, serta pemantauan situs dengan menempatkan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama pelestarian merupakan kunci penting,” ungkapnnya. 

Kearifan lokal seperti sasi, Panglima Laot, dan awig-awig, menurutnya menjadi contoh landasan pengelolaan laut yang bertanggung jawab yang harus terus dirawat. KKP sendiri, dalam menjaga ekosistem laut mengedepankan kebijakan-kebijakan ekonomi biru yang memadukan pendekatan berbasis lingkungan dan ekonomi. 

Sementara itu, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menyampaikan, warisan maritim mencerminkan pengetahuan, tradisi, identitas, dan hubungan abadi antara manusia dan lingkungan perairan dari generasi ke generasi. Melalui kolaborasi, pihaknya berharap dapat melindungi warisan yang unik dan terbatas ini sekaligus mendukung mata pencaharian berkelanjutan dan mengamankan masa depan lautan.

Forum tersebut sekaligus menandai tonggak sejarah yang sangat istimewa, yaitu peringatan 15 tahun APCONF atau disebut sebagai Crystal Anniversary. APCONF bermula di Manila, Filipina, pada 2011, dan  pada penyelenggaraan kali ini dihadirkan pula para ketua terdahulu dan para pendiri dari Manila, Hawaii, Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
600 Ton Beras SPHP Dioplos,...
Luar Negeri
Aksi Demo Gen Z di Jerman B...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.