Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Selain Tumpak Sewu, Agrowisata Pronojiwo Lumajang Tawarkan Wisata Kebun Buah dan Edukasi Pertanian.

1 Minggu, 01 Nov 2026, 11:02 WIB | Oleh:
Selain Tumpak Sewu, Agrowisata Pronojiwo Lumajang Tawarkan Wisata Kebun Buah dan Edukasi Pertanian. Selain Tumpak Sewu, Agrowisata Pronojiwo Lumajang Tawarkan Wisata Kebun Buah dan Edukasi Pertanian. Doc: Antara Foto
Ket. Pemandangan Gunung Semeru yang terlihat dari Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo

Agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan dan edukasi pertanian menjadi pilihan destinasi wisata baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik selain Air Terjun Tumpak Sewu saat berkunjung di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Pronojiwo bersiap memperkaya pilihan wisata. Tidak hanya mengandalkan pesona air terjun Tumpak Sewu, kini mulai mengembangkan agrowisata dengan sejumlah komoditas buah-buahan," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi di Lumajang, Sabtu.

Menurut dia, salah satu destinasi yang tengah disiapkan berada di atas lahan pribadi seluas 3 hektare milik Tolib dengan kawasan tersebut dirancang menjadi tempat rekreasi sekaligus ruang pembelajaran bagi pengunjung untuk mengenal budidaya tanaman buah dan aktivitas peternakan.

"Sejumlah komoditas yang dikembangkan meliputi salak, jeruk, durian dan stroberi. Salak dan durian disiapkan sebagai produk unggulan, sementara stroberi menjadi komoditas pendukung yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca setempat," tuturnya.

Ia mengatakan pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 40 persen dan pengelola juga menyiapkan akses jalan tembus agar pengunjung dapat berkeliling dan menikmati berbagai area perkebunan.

"Dinas Pariwisata Lumajang turut memberikan pendampingan sejak tahap pembangunan. Pendampingan mencakup masukan mengenai konsep pengembangan, penguatan daya tarik, hingga penyusunan aktivitas wisata yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar rekreasi," tuturnya.

Konsep agrowisata tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan edukasi peternakan, seperti pemeliharaan kambing dan unggas. Kawasan itu, bahkan berpeluang menjadi lokasi kegiatan pembelajaran luar ruang bagi pelajar melalui program kunjungan atau outing sekolah.

“Kami ikut mendampingi sejak proses pembangunan, memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” katanya.

Pengembangan destinasi itu menjadi salah satu upaya memperluas pengalaman wisata di Pronojiwo. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas melalui wisata alam, terutama Tumpak Sewu yang menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Galih berharap keberadaan agrowisata dapat menjadi pilihan aktivitas tambahan bagi wisatawan sehingga mereka memiliki lebih banyak alasan untuk menikmati Pronojiwo dalam waktu lebih lama karena destinasi wisatanya semakin bervariasi yang menawarkan pengalaman berbeda.

Dinas Pariwisata Lumajang menargetkan kawasan agrowisata tersebut mulai dibuka pada awal 2027. Selain penyelesaian pembangunan fisik, persiapan juga mencakup pemenuhan perizinan dan promosi agar destinasi tersebut siap diperkenalkan kepada masyarakat.

“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.