Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Cegah Beras SPHP Diselewengkan, Bapanas Perkuat Pengawasan di Jateng

1 Minggu, 01 Nov 2026, 11:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Beras SPHP Diselewengkan, Bapanas Perkuat Pengawasan di Jateng Cegah Beras SPHP Diselewengkan, Bapanas Perkuat Pengawasan di Jateng Doc: istimewa
Ket. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto (kedua dari kanan) dalam Rakor Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Wilayah Jawa Tengah di Semarang, Jumat (30/10). Andriko menegaskan Satgas Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di seluruh wilayah wajib menindak tegas penyelewengan

SEMARANG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penegakan hukum tegas terhadap penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Tengah (Jateng). Beras bersubsidi untuk stabilisasi harga itu diminta jangan dialihkan jadi komoditas komersial.

Arahan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam Rakor Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Wilayah Jawa Tengah di Semarang, Jumat (30/10/2026).

Andriko menegaskan Satgas Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di seluruh wilayah wajib menindak tegas penyelewengan.

"Arahan Kepala Badan Pangan Nasional Bapak Andi Amran Sulaiman kepada kita semua sangat tegas dan jelas bahwa tindakan menyelewengkan beras SPHP seperti yang terjadi di Jakarta Timur adalah tindakan biadab dan pelakunya harus dihukum berat. Kawan-kawan Satgas Pangan di seluruh wilayah untuk melakukan penegakan hukum," ujar Andriko.

Salah satu modus yang disorot adalah pembongkaran beras SPHP dari kemasan asli lalu dijual curah dengan harga komersial. Beras dari Bulog dikemas ulang menggunakan karung 25 hingga 50 kg sehingga tidak lagi beredar sebagai SPHP. "Kalau melihat modusnya, ini kriminal murni," tegasnya.

"Bayangkan ada barang yang dikeluarkan negara untuk stabilisasi pasokan dan harga, harganya murah karena disubsidi, kemudian langsung diganti dengan nonsubsidi dengan harga komersial terus mengambil keuntungan secara tidak baik," jelas Andriko.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, mengakui Bulog sudah punya sistem pencatatan dari gudang, namun pengawasan setelah diterima mitra masih jadi tantangan. "Setelah sampai di tangannya itu siapa, itu bagaimana caranya itu memang masih jadi PR kita semua," ungkap Sri.

Andriko meminta Bulog memperkuat pengawasan internal hingga tingkat bawah, memanfaatkan data penyaluran melalui sistem Klik SPHP, serta mengevaluasi mitra yang tidak menjalankan kewajiban.

Dari sisi penegakan hukum, Kanit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, Muchamad Zazid, menegaskan repacking beras SPHP adalah tindak pidana. "Menjual, me-repacking beras SPHP, itu merupakan tindak pidana. Silakan koordinasikan kami terkait dengan pelanggaran itu," tegas Zazid.

Bapanas memastikan akan terus memperkuat pengawasan bersama Bulog, Satgas Pangan, dan pemda agar beras SPHP sampai ke masyarakat sesuai peruntukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
600 Ton Beras SPHP Dioplos,...
Luar Negeri
Aksi Demo Gen Z di Jerman B...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.