Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Hadang Impor Murah, Jaga Pasar Domestik: Berikut 7 Strategi Berlapis Kemenperin

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 11:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadang Impor Murah, Jaga Pasar Domestik: Berikut 7 Strategi Berlapis Kemenperin Hadang Impor Murah, Jaga Pasar Domestik: Berikut 7 Strategi Berlapis Kemenperin Doc: istimewa
Ket. Perlindungan pasar domestik adalah kunci menjaga manufaktur sebagai motor ekonomi. Faktanya, 78,39% produk manufaktur Indonesia sepanjang 2019–2026 dipasarkan di dalam negeri. Jika pasar ini dibiarkan digerus impor non-standar dan impor dumping, industri lokal akan tumbang

JAKARTA —Perlindungan pasar domestik adalah kunci menjaga manufaktur sebagai motor ekonomi. Faktanya, 78,39% produk manufaktur Indonesia sepanjang 2019–2026 dipasarkan di dalam negeri. Jika pasar ini dibiarkan digerus impor non-standar dan impor dumping, industri lokal akan tumbang.

Perlindungan bukan berarti anti-impor. Sifatnya harus sementara dan terukur: memberi jeda bagi industri dalam negeri, terutama infant industries, untuk memperkuat kapasitas, efisiensi, dan teknologi hingga mampu bersaing mandiri tanpa proteksi berlebihan.

Sejak 2020, Kementerian Perindustrian di bawah Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menyusun kebijakan berlapis: substitusi impor, peningkatan belanja produk dalam negeri, reformasi TKDN, pengetatan lartas dan pertek impor, perluasan SNI wajib, pengenaan BMAD dan BMTP, hingga penataan pintu masuk barang impor.

Kebijakan ini mulai menunjukkan dampak di sektor yang selama ini tertekan impor. Utilisasi pabrik keramik naik, industri padat karya tumbuh, dan investasi tekstil meningkat.

Industri keramik jadi bukti paling nyata. Sejak BMAD diberlakukan Oktober 2024, utilisasi naik dari 63% menjadi 66% pada 2025, lalu 73% pada 2026 dengan proyeksi 75%. Artinya ada tambahan 10% kapasitas terpakai dibanding Oktober 2024.

“Sekarang produk impornya nggak masuk, kami yang berkembang,” kata CEO PT Platinum Ceramics Industry, Liem May Tjoe, Juli 2026, Sabtu (31/10).

Ketua Umum Asoasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, menyebut ini titik balik. “Capaian ini menunjukkan industri keramik Indonesia tidak hanya mampu bertahan.”

Industri padat karya juga menguat. Triwulan II-2026, tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,36%, naik dari 4,86% triwulan sebelumnya dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,29%. Padahal sebelumnya kerap disebut sunset industry.

Investasinya pun naik. Semester I-2026, tekstil dan pakaian jadi membukukan Rp11,40 triliun, naik 11,85% year-on-year. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 11,30%.

Namun PR masih ada. Impor tekstil Januari–Mei 2026 naik jadi US$3,58 miliar dari US$3,41 miliar tahun lalu. Industri baja masih tertekan dengan impor 7 juta ton hingga Agustus 2026 dan utilisasi 43–57%.

“Kami bukan antiimpor, tetapi perlu ada keseimbangan agar industri nasional tetap dapat tumbuh dan berdaya saing,” kata Wakil Ketua Umum IISIA, Ismail Mandry.

1. Substitusi Impor

Di tengah pandemi 2020, AGK mencanangkan target substitusi impor 35% atau Rp152,83 triliun pada 2022 dengan empat strategi: pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku, dukungan regulasi dan insentif, serta optimalisasi P3DN. Lima sektor prioritasnya mewakili 70% PDB industri.

Hasilnya: impor logam turun 44% sepanjang 2020, produksi slab, billet, bloom naik 30,25%, utilisasi dari 67,86% ke 88,38%. Impor minuman dan hasil tembakau turun 21,5%.

Tahun 2021, substitusi alat olahraga capai 37% melampaui target 22%. Impor mesin dan alat transportasi turun 34%, tekstil dan alas kaki 18%, IKM kimia, sandang, kerajinan 17%, serta semen, keramik, galian non-logam 15%.

Kenaikan impor saat itu didominasi bahan baku dan barang modal untuk pemulihan industri, yang diolah menjadi ekspor. Ekspor manufaktur Januari–November 2021 naik 35,36% jadi US$160 miliar. Karena itu AGK menekankan agar bahan baku bisa diproduksi di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pemkot Bekasi Segera Bangun "Flyover" Bulak Kapal

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.