Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Cloud Tumbuh Pesat

28 Rabu, 28 Okt 2026, 21:35 WIB | Oleh:
Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Cloud Tumbuh Pesat Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Cloud Tumbuh Pesat Doc: IOH
Ket. Kantor Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Perusahaan ini mencatat pendapatan Rp45,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Bisnis AI Cloud meraup 50 juta dollar AS dan ditargetkan mencapai 100 juta dollar AS hingga akhir tahun.

JAKARTA — PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp45,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap tumbuh, sekaligus menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas bisnis kecerdasan artifisial (AI).

Berdasarkan laporan kinerja yang diumumkan pada Selasa, 28 Oktober 2026, Indosat juga membukukan EBITDA sebesar Rp21,1 triliun. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun.

Capaian tersebut memperkuat posisi Indosat dalam industri telekomunikasi di tengah upaya perusahaan bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo. Meski mengembangkan sumber pendapatan baru dari teknologi, perusahaan tetap mengandalkan bisnis konektivitas sebagai penopang utama pertumbuhan.

Salah satu pendorong kinerja bisnis inti adalah penerapan strategi personalisasi layanan berbasis AI atau AI hyper-personalization. Strategi ini memanfaatkan data untuk memahami perilaku pelanggan, sehingga perusahaan dapat menawarkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan monetisasi.

Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.

Pertumbuhan tersebut didukung penggunaan AI untuk memahami kebutuhan pelanggan, investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan generasi kelima atau 5G.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi yang kuat menjadi landasan bagi perusahaan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan berikutnya.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” kata Vikram dalam keterangan perusahaan, Selasa (28/10).

Menurut dia, kekuatan finansial dari bisnis inti memungkinkan Indosat berinvestasi lebih jauh pada teknologi AI. Investasi tersebut mulai memberikan kontribusi komersial, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan solusi AI di Indonesia maupun pasar global.

Bisnis AI Cloud Raup 50 Juta Dollar AS

Di luar bisnis konektivitas, Indosat mulai memperluas kontribusi pendapatan dari layanan komputasi awan dan infrastruktur AI. Pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai 50 juta dollar AS pada sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan 28 juta dollar AS yang dibukukan sepanjang 2025.

Perusahaan memperkirakan pendapatan Indosat AI Cloud dapat mencapai 100 juta dollar AS hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme perusahaan terhadap meningkatnya permintaan atas komputasi AI dan layanan cloud.

Capaian itu juga menunjukkan bahwa investasi teknologi Indosat mulai berkembang menjadi sumber pendapatan baru di luar layanan telekomunikasi konvensional. Perusahaan berupaya memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan AI untuk membangun mesin pertumbuhan bisnis yang dapat berjalan berdampingan dengan bisnis konektivitas.

Indosat tidak hanya berfokus pada penyediaan produk AI atau infrastruktur secara terpisah. Perusahaan mengembangkan ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI yang mencakup konektivitas, jaringan fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Pengembangan ekosistem tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang ingin mengadopsi AI, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga implementasi solusi dalam operasional bisnis.

Bangun Infrastruktur AI Terintegrasi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
Khawatir Situasi Keamanan, ...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.