Gelombang Panas Ancam Kesehatan, dari Dehidrasi hingga Gangguan Mental
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya, badan PBB tersebut menyoroti keterkaitan erat antara perubahan iklim dan polusi udara serta menyerukan kebijakan terpadu untuk mengatasi kedua persoalan itu.
Laporan tersebut menyebutkan kejadian asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat secara global sejak 1990-an. WMO mengutip sebuah studi yang memperkirakan paparan asap tersebut berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun pada periode 2010–2018.
WMO juga memperingatkan bahwa model risiko konvensional berpotensi meremehkan angka kematian akibat kebakaran hutan hingga 93 persen karena belum memperhitungkan secara memadai tingkat toksisitas partikel halus PM2.5 yang dihasilkan kebakaran.
“Memenuhi pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menjadi semakin sulit, mengingat cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan akan meningkat di masa depan,” demikian bunyi buletin tersebut.
Selain meningkatkan risiko kebakaran, gelombang panas juga memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu tinggi, udara yang stagnan, dan paparan sinar matahari yang kuat dapat mempercepat pembentukan ozon yang berbahaya bagi kesehatan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!