Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 12:22 WIB | Oleh:

Kombinasi gelombang atmosfer tersebut, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Peluang hujan semakin besar apabila didukung kondisi udara yang tidak stabil serta adanya penumpukan massa udara.

Selain aktivitas gelombang atmosfer, BMKG mencermati keberadaan sirkulasi siklonik di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, serta perairan utara Kalimantan Barat. Pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Champi yang berada di sebelah timur Filipina, juga turut memengaruhi pola pergerakan angin di kawasan regional.

Kondisi tersebut berpotensi membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah kawasan Sumatera, Kalimantan, serta Papua. Pertemuan massa udara, dapat memperbesar peluang pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah dengan tingkat ketidakstabilan atmosfer yang tinggi.

BMKG juga mengidentifikasi, kondisi atmosfer yang cukup labil di sebagian Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan, dan Papua. Situasi ini dapat mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai petir maupun hembusan angin kencang.

Dalam prakiraan periode dasarian III Oktober-dasarian II November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan rendah hingga menengah. Kondisi relatif kering, berpotensi terjadi di sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua Selatan.

Namun, BMKG menegaskan, prakiraan curah hujan dalam periode sepuluh harian tidak selalu menggambarkan intensitas hujan yang terjadi setiap hari. Perubahan dinamika atmosfer dapat menyebabkan hujan signifikan meskipun akumulasi curah hujan secara umum tergolong rendah.

"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akumulasi curah hujan secara umum masih cenderung rendah pada skala dasarian. Kejadian hujan signifikan tetap berpeluang terjadi dalam skala harian, terutama di wilayah yang dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal," ungkap BMKG. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Dandim 1702/Jayawijaya Mint...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.