Kendalian Inflasi, Bulog Lebak Pandeglang Gelar Gerakan Pangan Murah
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim PenulisLEBAK– Perum Bulog Lebak-Pandeglang menekan inflasi dengan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng dan gula pasir.
"Harga tiga komoditas itu lebih murah dibandingkan harga di pasaran," kata Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang Muhammad Syaukani di Lebak, Kamis (22/10).
Perum Bulog memiliki komitmen untuk pengendalian inflasi, sehubungan bahan pokok saat ini terjadi kenaikan. Pengendalian inflasi tersebut diharapkan agar bahan pokok kembali stabil, sehingga daya beli masyarakat cenderung meningkat.
Oleh karena itu, pihaknya melakukan GPM di tiga titik yakni pertama di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, kedua di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang dan ketiga di Kantor Perum Bulog Lebak-Pandeglang.
Untuk pengadaan bahan pokok di lokasi GPM itu masing-masing beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) satu ton, MinyaKita 750 liter dan gula pasir enam kardus. Adapun, harga beras SPHP untuk 5 kilogram dijual Rp56.000, gula pasir Rp17.000/kg dan minyak goreng merk MinyaKitaRp15.500/kemasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengapresiasi di tiga titik lokasi GPM itu habis terjual , karena harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran," kata Syaukani.
Menurut dia, pelaksanaan GPM terus dilanjutkan agar benar - benar harga komoditas bahan pokok di pasaran kembali stabil. Saat ini, harga bahan pokok di pasaran terjadi kenaikan, sehingga pihaknya terus melakukan GPM dengan menjalin kerja sama pemerintah daerah setempat.
"Kami berharap melalui GPM itu dipastikan kembali harga bahan pokok relatif stabil," katanya menjelaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, sejumlah warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka sangat terbantu adanya GPM yang dilakukan Perum Bulog, karena harganya relatif murah dibandingkan dipasaran.
"Kami membeli dengan uang Rp100 ribu bisa membawa beras 5 kg, minyak goreng dan gula pasir, sehingga cukup untuk dua pekan kedepan," kata Yani, seorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung, Lebak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!