Dinsosnakertrans Yogyakarta Lepas Dua Keluarga untuk Program Transmigrasi 2026
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 13:47 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta akan memberangkatkan dua kepala keluarga (KK) yang terdiri delapan jiwa untuk mengikuti program transmigrasi pada tahun 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih, di Yogyakarta, Kamis (22/10), mengatakan satu keluarga diberangkatkan ke Poso, Sulawesi Tengah dan satu keluarga ke Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Menurut dia, sebelum diberangkatkan ke lokasi transmigrasi pada sekitar November 2026, para calon transmigran mendapatkan pelatihan-pelatihan dari provinsi, kementerian dan organisasi perangkat daerah, termasuk pembinaan mental.
"Untuk pelatihan pertanian disesuaikan dengan potensi daerah asal. Misalnya kalau yang Poso ini banyak ke perkebunan, coklat, kopi sehingga pelatihan terkait perkebunan. Kuota transmigran dan lokasi transmigrasi ditentukan pemerintah pusat," katanya.
Dia mengatakan para calon transmigran Yogyakarta akan mendapat uang saku sebesar Rp13 juta per KK, sedangkan akomodasi tiket pesawat untuk pemberangkatan dari Pemda DIY karena diberangkatkan bersama dengan calon transmigran lain asal DIY.
"Kita hanya di komunikasi informasi edukasi, sosialisasi, rekrutmen dan penyiapan pelatihan-pelatihannya serta dukungan uang saku. Targetnya November sudah bisa diberangkatkan ke lokasi transmigrasi," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, para transmigran akan mendapatkan lahan seluas dua hektare tiap KK untuk pekarangan dan usaha serta lahan usaha di lokasi transmigrasi.
Selain itu, kata dia, di lokasi sudah tersedia bangunan rumah dan fasilitas jatah hidup seperti beras selama satu tahun dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerah lokasi transmigrasi.
"Motivasi mereka (calon transmigran) itu karena di Yogyakarta mereka masih dalam satu rumah yang ditempati beberapa KK. Makanya mereka termotivasi kuat ikut transmigrasi, semoga bisa membuat mereka betah menjalani transmigrasi," katanya.
Penggerak Swadaya Masyarakat Dinsosnakertrans Yogyakarta Dwi Hartanti mengatakan tidak hanya membekali pengetahuan dan keterampilan terkait transmigrasi, tapi juga mental, motivasi, keyakinan hingga penguatan spiritual diberikan kepada para calon transmigran.
Menurut dia bimbingan mental penting disiapkan untuk lebih menguatkan niat dan motivasi untuk hidup lebih baik, termasuk membangun ketangguhan dan bisa beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan transmigran dari daerah lain.
"Kita menguatkan mental agar siap di lokasi. Kalau sudah niat dan termotivasi, di lokasi akan lebih kuat mengatasi permasalahan yang dihadapi, siap mental dan lebih tangguh. Bimbingan diikuti seluruh keluarga calon transmigran agar bisa kompak, satu tujuan yang sama dan saling mendukung," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!