Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Warisan Leluhur, Pelatihan Pengobatan Tradisional Tingkatkan Keterampilan Praktisi

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Warisan Leluhur, Pelatihan Pengobatan Tradisional Tingkatkan Keterampilan Praktisi Doc: Antara foto/Xinhua
Ket. Chen Zhigeng, Direktur Departemen Medis di Wenzhi Traditional Chinese Medicine, memperagakan suatu teknik dalam sesi pelatihan di RSPPN Soedirman di Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA - Selama tiga bulan yang sangat melelahkan, bahkan gerakan sederhana pun menimbulkan rasa sakit pada tangan Dr. Hetty Helen. Sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Jakarta, kelegaan akhirnya datang dari sumber yang tidak terduga, yaitu tangan seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine/TCM).

"Tangan terasa lebih ringan dan lebih baik," kata Hetty, dengan raut wajah yang jelas menunjukkan kelegaan. Setelah sebelumnya pernah mencoba akupunktur, dia menyatakan bahwa teknik yang digunakan oleh tim medis Tiongkok terasa jauh lebih presisi karena secara tepat menargetkan sumber rasa sakitnya.

Pengalaman Hetty menegaskan nilai unik pengobatan tradisional Tiongkok dan peran vital pertukaran medis dalam meningkatkan kemampuan layanan kesehatan Indonesia.

Di bawah inisiatif "Stasiun Akupunktur Sabuk dan Jalur Sutra" (Belt and Road Acupuncture Station) yang diluncurkan di RSPPN Panglima Besar Soedirman, para spesialis Tiongkok bekerja berdampingan dengan tenaga medis Indonesia dari 13 hingga 15 Oktober.

Program tersebut mencakup pelatihan klinis, konsultasi gratis bagi masyarakat, dan lokakarya praktik mengenai diagnostik TCM mutakhir berbantuan kecerdasan buatan (AI).

Diselenggarakan oleh Shenzhen Shouzheng Innovative TCM Development Foundation, pelatihan ini tidak sekadar membahas teori, tetapi juga membimbing para peserta dalam hal keselamatan penggunaan jarum, prosedur darurat, dan lokasi titik akupunktur yang tepat.

Para dokter dan mahasiswa pun menyingsingkan lengan baju mereka untuk mempraktikkan teknik-teknik khusus untuk mengatasi masalah bahu dan lutut, serta akupunktur khusus pada kulit kepala dan perut.

Bagi para peserta pelatihan medis Indonesia, program ini menjembatani kesenjangan antara buku teks dan kenyataan klinis, memberikan mereka rasa percaya diri melalui praktik langsung yang jarang diperoleh di bawah bimbingan para ahli.

Natalia Santoso, seorang mahasiswa yang mempelajari akupunktur dan pengobatan herbal di Jakarta, mengalami momen pencerahan selama lokakarya tersebut. Dia mengatakan bahwa belajar secara langsung dari para ahli Tiongkok membantunya mengurai teknik-teknik yang telah lama membuatnya bingung.

"Mempelajari TCM, yang kami anggap sulit, ternyata tidak begitu sulit setelah kita memahami poin-poin utama atau titik-titik akupunktur," katanya.

Natalia menambahkan bahwa mendengarkan konsep yang dijelaskan secara langsung dari penutur asli bahasa Mandarin memberinya pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan membaca buku teks berbahasa Indonesia hasil terjemahan.

Selain teknik tradisional, program ini memperkenalkan para peserta pada perangkat diagnostik TCM berbasis AI, memberikan mereka kesempatan untuk melihat langsung masa depan layanan kesehatan digital.

Hetty Helen Yanti, kepala departemen TCM di rumah sakit tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini memungkinkan para dokter setempat untuk mengasah keterampilan mereka, khususnya dalam menguasai penentuan titik akupunktur dengan tingkat presisi yang tinggi.

Hafna Rosita dari Konsil Kesehatan Tradisional Indonesia memandang pertukaran tersebut sebagai peluang ganda, yakni meningkatkan keterampilan praktisi lokal sekaligus mendorong pengembangan pengobatan tradisional asli Indonesia.

"TCM telah berkembang pesat, dengan pendokumentasian, analisis, dan penelitian yang ekstensif," ujar Hafna, seraya mengungkapkan bahwa pengobatan tradisional Indonesia juga memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan.

Kedua sistem tersebut dapat saling melengkapi, misalnya dengan mengintegrasikan teknik akupunktur presisi dengan kekayaan ramuan herbal Indonesia, ujar Hafna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kebakaran Pangkalan Militer...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.