Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Papua Pantau Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Biak Numfor

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Papua Pantau Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Biak Numfor Doc: ANTARA
Ket. Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (PAP) Provinsi Papua Andry saat memimpim rapat koordinasi pengendalian inflasi bertempat ruang rapat Kantor Gubernur Papua Kota Jayapura, Senin (19/10).

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memantau kenaikan harga cabai di Kabupaten Biak Numfor dari Rp80 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram pada Oktober 2026 di mana hal itu sebagai bagian dari upaya pengendalian harga pangan dan inflasi daerah.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (PAP) Provinsi Papua, Andry, di Jayapura, Senin (20/10), mengatakan kenaikan harga cabai, terutama cabai rawit dan cabai merah keriting yang menjadi perhatian pemerintah berdasarkan pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan.

“Berdasarkan laporan pengendalian inflasi Provinsi Papua per Oktober 2026, cabai merah dengan andil 4,14 persen dan cabai rawit dengan andil 2,68 persen di mana menjadi dua komoditas utama tersebut menjadi penyumbang kenaikan IPH di Biak Numfor pada pertengahan hingga minggu ketiga Oktober 2026," katanya usai rapat inflasi per Oktober 2026 di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Kota Jayapura, Senin (19/10).

Menurut Andry, memang berdasarkan data IPH seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga cabai dan untuk di Papua ada di Kabupaten Biak Numfor perlu ada koordinasi lebih lanjut untuk mengatasi kenaikan harga tersebut. 

"IPH sendiri merupakan indikator yang menggambarkan perubahan harga komoditas di tingkat kabupaten dan kota setiap minggu.Dan indikator tersebut berbeda dengan inflasi, tetapi dapat menjadi salah satu acuan pemerintah dalam memantau perkembangan harga pangan," ujar dia. 

Oleh sebab itu ia mengatakan pemprov menyiapkan langkah untuk meningkatkan produksi cabai di Kabupaten Biak Numfor guna membantu menjaga ketersediaan komoditas tersebut dan mengantisipasi gejolak harga.

"Selain meningkatkan produksi ke depan kami juga dapat menjalin kerja sama antardaerah dengan wilayah yang menjadi sentra produksi cabai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai meningkatkan pemantauan harga di pasar serta menyiapkan langkah antisipasi, seperti menggelar pasar murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

“Selain itu kami juga pedagang juga perlu menjaga stok barang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. TPID bersama Bulog harus memantau ketersediaan komoditas pangan, seperti beras dan minyak goreng,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Kebakaran Pangkalan Militer...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.