MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia, Demutualisasi BEI dan Keterbukaan Saham Jadi Pekerjaan Rumah
📅 Senin, 19 Okt 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim PenulisDi tengah sorotan tersebut, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan evaluasi MSCI semestinya menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan struktural agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan mampu bersaing di tingkat global.
Ketua Umum AEI Armand Hartono mengatakan pasar modal kelas dunia tidak cukup hanya ditopang perusahaan berkapitalisasi besar dan aktivitas perdagangan dengan volume tinggi. Kepercayaan investor, menurut dia, harus dibangun melalui infrastruktur yang andal, transparansi, keterbukaan kepemilikan, free float yang memadai, serta penegakan aturan yang konsisten.
“Yang lebih utama, pasar modal kelas dunia adalah pasar modal yang terpercaya. Kepercayaan tersebut dibangun melalui infrastruktur yang andal, transparansi, keterbukaan kepemilikan, free float yang memadai dan sehat, serta penegakan aturan yang konsisten,” ujar Armand dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan kekuatan pasar modal tidak semata-mata diukur dari besarnya kapitalisasi pasar, tetapi juga dari kualitas tata kelola, keterbukaan informasi, likuiditas yang sehat, dan kepastian hukum yang melindungi seluruh investor.
Armand menguraikan empat aspek yang perlu diperkuat, yakni peningkatan kualitas transparansi dan keterbukaan informasi emiten; pembenahan struktur kepemilikan dan peningkatan free float; penguatan infrastruktur perdagangan, kliring, dan penyelesaian transaksi; serta penegakan hukum dan tata kelola untuk melindungi investor minoritas dan mencegah manipulasi pasar.
Menurut dia, pelaksanaan reformasi membutuhkan sinergi antara regulator, bursa, emiten, investor, dan seluruh pelaku pasar. Implementasinya juga perlu memperhatikan kesiapan pasar dan keberlanjutan pertumbuhan agar peningkatan standar berjalan seiring dengan pendalaman pasar serta perluasan basis investor.
Armand menyatakan evaluasi lembaga indeks global seperti MSCI perlu disikapi secara terbuka dan konstruktif sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.
“Namun, tujuan kita harus lebih besar daripada sekadar memenuhi kriteria suatu indeks. Kita ingin membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berdaya saing, memiliki kepastian hukum, dan dipercaya oleh investor dalam jangka panjang,” ujarnya.
AEI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis OJK, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong transformasi pasar modal. Organisasi tersebut berharap penguatan transparansi, tata kelola, likuiditas, dan perlindungan investor dapat menjadikan pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!