Dari Lahan hingga Meja Makan, Kolaborasi Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Kedelai
📅 Senin, 19 Okt 2026, 18:05 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasBANYUWANGI - Keberlanjutan ekosistem kedelai membutuhkan keterhubungan yang kuat antara budidaya ditingkat petani, kepastian penyerapan hasil panen dan ketersediaan bahan baku bagi pengrajin tahu dan tempe. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengembangkan potensi produksi kedelai lokal sekaligus mendukung keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat.
Bagi Saifulloh, petani kedelai di Banyuwangi, bertani bukan sekadar menghasilkan panen tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia mengawali perjalanan dengan bekerja di lahan milik orang lain sebelum akhirnya menyewa lahan sendiri seluas seperempat hektare.
Dari hasil bertani kedelai, Saifulloh membeli kambing untuk diternakkan kemudian berkembang ke peternakan sapi. Penghasilan dari pertanian juga membantunya memenuhi kebutuhan keluarga dan mewujudkan keinginan membangun rumah untuk anaknya.
“Dulu saya ikut bekerja di lahan orang. Setelah itu, saya mulai menyewa lahan sendiri, meskipun awalnya hanya seperempat hektare,” cerita Saifulloh pada Minggu (18/10).
“Dari hasil bertani kedelai, saya bisa membeli kambing satu untuk diternakkan. Lama-lama, saya juga bisa membeli sapi,” lanjutnya.
Dalam setiap panen seperempat hektare, Saifulloh memperoleh sekitar 3,5 sampai 4 kuintal kedelai dengan keuntungan sekitar Rp 3,5 juta. Sebagian penghasilan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara sebagian lainnya dikembangkan menjadi modal usaha peternakan.
“Alhamdulillah, dari bertani kedelai saya bisa menghidupi keluarga. Hasilnya juga bisa dikembangkan untuk beternak sampai akhirnya saya mampu membangun rumah untuk anak,” ujarnya.
Kisah Saifulloh menggambarkan bagaimana budidaya kedelai dapat memberikan manfaat ekonomi yang melampaui hasil panen. Namun agar manfaat tersebut dapat terus berkembang, petani membutuhkan pengetahuan budidaya yang memadai, pendampingan berkelanjutan dan peluang pasar yang mendukung keberlanjutan penanaman.
Di Banyuwangi, pengembangan budidaya kedelai varietas lokal dilakukan melalui kolaborasi Ustad Ari Handoko, PTPN IV dan FKS Foundation. Pendampingan mencakup teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman untuk mendukung kualitas hasil panen sekaligus mempersiapkan keberlanjutan penanaman berikutnya.
Ustad Ari Handoko menilai pendampingan menjadi bagian penting dalam membantu petani mengembangkan kemampuan budidaya dan mengelola potensi lahan secara berkelanjutan. Pengembangan tidak hanya tentang menanam dan memanen tetapi juga tentang bagaimana petani terus belajar dan mempersiapkan penanaman berikutnya.
“Pengembangan kedelai tidak hanya berbicara tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang bagaimana petani terus belajar, meningkatkan kemampuan budidaya dan mempersiapkan penanaman berikutnya,” ujar Ustad Ari Handoko. “Kami ingin petani memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga hasil pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi keluarga mereka,” tambahnya.
Dalam program ini, hasil panen pertama akan diprioritaskan sebagai benih untuk mendukung penanaman berikutnya oleh petani yang didampingi Ustad Ari Handoko dan PTPN IV. Seiring pengembangan budidaya, FKS Foundation akan melakukan penyerapan hasil panen kedua untuk mendukung keberlanjutan usaha tani sekaligus membuka peluang pasar bagi petani.
Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya menghubungkan pengembangan budidaya dengan kepastian penyerapan hasil panen. Dengan demikian keberhasilan program tidak hanya dilihat dari kemampuan petani menghasilkan kedelai tetapi juga dari peluang untuk melanjutkan penanaman dan mengembangkan usaha tani.
Dari perspektif pengembangan sektor pertanian, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga berperan dalam memperkuat kapasitas petani dan mendorong keberlanjutan kegiatan budidaya. Pengembangan kedelai memerlukan pendekatan yang tidak berhenti pada penanaman tetapi juga memperhatikan proses budidaya, peningkatan kapasitas dan kesinambungan kegiatan pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!