Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Anjlok 4,31 Persen Usai Usulan MSCI OJK Kaji Dampaknya

📅 Senin, 19 Okt 2026, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Kita dilihat dari CAR, dilihat juga dari LDR sekarang, likuiditas, segala macam. Jadi sebenarnya kelihatannya masih sangat bagus ya," katanya.

Sebelumnya, MSCI pada 15 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market).

Usulan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta perlunya peningkatan efektivitas penegakan aturan di pasar modal Indonesia.

MSCI membuka kesempatan penyampaian tanggapan hingga 30 April 2027 dan menjadwalkan pengumuman keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027. Dengan demikian, perubahan klasifikasi tersebut belum menjadi keputusan final.

Perkembangan itu turut memengaruhi perdagangan saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin melemah 223,23 poin atau 4,31 persen ke posisi 4.961,88.

Reformasi Pasar Modal

Merespons pengumuman MSCI, OJK sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk melanjutkan reformasi pasar modal, termasuk memperkuat transparansi kepemilikan saham, keterbukaan klasifikasi investor, dan penegakan hukum.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam keterangan resmi pada Jumat (16/10) juga menyampaikan bahwa OJK menghormati pandangan MSCI serta akan menindaklanjuti berbagai masukan mengenai penyempurnaan pasar modal Indonesia.

"Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik," ucap Friderica.

OJK bersama lembaga pengatur mandiri pasar modal juga akan melanjutkan komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor institusi untuk menjelaskan perkembangan reformasi serta memperoleh masukan bagi penguatan integritas pasar.

Lebih lanjut, Dian menilai ketahanan industri perbankan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menopang stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika pasar keuangan.

"80 persen itu pembiayaan kita itu datang dari perbankan. Ya Insya Allah, kita akan tetap solid. Dengan dukungan stabilitas sistem perbankan dan sistem keuangan itu akan akan tetap baik," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.