Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

8 Minggu, 18 Okt 2026, 00:06 WIB | Oleh:

Tren wisata ekstrem ini juga memperlihatkan perubahan cara generasi baru menikmati perjalanan. Mereka tidak lagi hanya tertarik melihat bangunan terkenal atau panorama alam, tetapi ingin merasakan pengalaman yang lebih mendalam.

Robert Li, direktur Sekolah Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di Universitas Tiongkok Hong Kong, menilai wisatawan generasi baru semakin mencari pengalaman yang memungkinkan mereka memahami suatu tempat secara langsung.

Namun, sebagian pelancong melangkah lebih jauh. Mereka mengunjungi lokasi tragedi nyata untuk melihat secara langsung jejak kehancuran dan memahami sejarah di baliknya.

Salah satu tempat yang menarik perhatian adalah Beichuan di Provinsi Sichuan, wilayah yang hancur akibat gempa bermagnitudo 8,0 pada Mei 2008. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Reruntuhan kota itu dipertahankan sebagai pengingat tragedi. Bangunan-bangunan yang rusak diperkuat menggunakan balok logam agar dapat dikunjungi masyarakat. Di sejumlah lokasi, pengunjung masih bisa melihat sisa-sisa bangunan sekolah yang runtuh saat gempa terjadi.

Seorang penulis berusia 30 tahun asal Sichuan, yang menggunakan nama samaran Alice, mengaku terkesan sekaligus ketakutan ketika mengunjungi kawasan tersebut.

Ia melihat kehancuran yang menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan alam dan betapa banyak anak-anak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Pengalaman itu membuatnya merenungkan tragedi yang mengubah kehidupan masyarakat setempat.

Bagi Alice, mengunjungi lokasi bencana bukan sekadar memuaskan rasa ingin tahu. Ia meyakini wisata semacam ini dapat membantu masyarakat memahami masa lalu, meskipun cara suatu tragedi dikenang juga dipengaruhi oleh keputusan pemerintah.

Minat serupa terlihat di Balai Peringatan Pembantaian Nanjing. Lokasi tersebut mengenang pembantaian yang dilakukan tentara Kekaisaran Jepang setelah merebut Nanjing pada 1937. Catatan resmi Tiongkok menyebut sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tewas dalam tragedi tersebut, meskipun jumlah korban masih menjadi persoalan yang diperdebatkan dalam narasi sejarah Jepang dan Tiongkok.

Pemandu wisata Samantha Wang mengatakan jumlah pengunjung Tiongkok yang mendatangi lokasi peringatan itu terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meski tidak memungut biaya masuk, pengunjung harus melakukan pemesanan secara daring karena jumlah kunjungan dibatasi.

Pada Agustus 2026, tiket museum tersebut bahkan kerap habis terjual jauh sebelum tanggal kunjungan. Pengelola menyediakan hingga 25.000 slot pengunjung setiap hari.

Menurut Wang, semakin banyak orang ingin mengetahui sejarah kelam negaranya melalui kunjungan langsung ke tempat-tempat yang menjadi saksi tragedi.

Antara Mencari Sensasi dan Belajar Menghadapi Bencana

Berkembangnya wisata simulasi bencana dan kunjungan ke lokasi tragedi memperlihatkan dua sisi wisata gelap. Di satu sisi, pengalaman ekstrem menawarkan ketegangan dan sensasi yang dicari wisatawan. Di sisi lain, aktivitas tersebut dapat menjadi sarana pendidikan, refleksi sejarah, dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Bagi pengunjung pusat simulasi, pengalaman menghadapi terjangan air atau guncangan buatan diharapkan membantu mereka memahami tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi darurat. Sementara itu, kunjungan ke lokasi tragedi memungkinkan masyarakat melihat secara langsung dampak bencana dan kekerasan terhadap kehidupan manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.