Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Air Terkuras, BP Batam Wajibkan Pengembang Data Center Bangun Instalasi Air Mandiri Berbasis SWRO

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 10:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Air Terkuras, BP Batam Wajibkan Pengembang Data Center Bangun Instalasi Air Mandiri Berbasis SWRO Doc: BP Batam
Ket. Waduk Muka Kuning di Batam, Kepri.

BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mewajibkan pengembang pusat data (data center) membangun dan mengoperasikan instalasi pengolahan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung perkembangan investasi pusat data tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Secara teknis, pengembangan ekosistem data center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi SWRO,” kata Ariastuty dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat (16/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan data BP Batam, dari enam pelaku usaha pusat data yang terdata, satu telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya berada pada tahap perencanaan konstruksi.

Di kawasan Nongsa Digital Park, pengelola kawasan telah memiliki embung internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.

Sementara itu, dukungan pasokan air dari Waduk Duriangkang untuk fasilitas pusat data hanya bersifat sementara dan sangat terbatas selama tahap konstruksi serta persiapan fasilitas.

“Dua pelaku usaha pusat data lainnya di kawasan Nongsa masih dalam tahap rencana pengembangan. Adapun dua pelaku usaha di kawasan Kabil juga belum beroperasi dan masih berada dalam tahap perencanaan konstruksi,” katanya.

Ariastuty menekankan pentingnya membedakan kebutuhan air aktual dari fasilitas yang telah beroperasi dengan kebutuhan yang diproyeksikan dari proyek-proyek yang masih dalam tahap perencanaan.

Di tengah kebutuhan air yang terus berkembang, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ketahanan pasokan air bagi masyarakat, melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air.

”Saat ini kami juga sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” katanya.

BP Batam turut memprioritaskan pemasangan sistem pemantauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan secara berkelanjutan.

Selain itu, BP Batam menjajaki kemitraan dengan pihak swasta dan instansi pemerintah, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS), untuk mempercepat diversifikasi sumber pasokan air.

Penjajakan tersebut mencakup pengembangan teknologi SWRO serta tindak lanjut potensi pasokan air dari Kabupaten Lingga dan Bintan.

Untuk jangka panjang, pembangunan waduk baru turut menjadi salah satu opsi, meskipun proses pembangunan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga tujuh tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Bansos agar Tepat Sasaran Perlu Penguatan Agen Perlinsos

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...

Belum Pernah Mendapat 3 Poin, PSIM Sore Ini Berharap Menang

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...

Persija Jakarta Menang Terus, Mau Tahu Rahasianya?

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...

Layanan Perpajakan Harus Dipermudah dan Transparan

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Layanan Perpajakan Harus Di...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.