Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Perpajakan Harus Dipermudah dan Transparan

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 11:32 WIB | Oleh:
Layanan Perpajakan Harus Dipermudah dan Transparan Doc: ist
Ket. pelayanan pajak

JAKARTA – Untuk mengejar target perpajakan, layanannya harus dipermudah, sederhana, dan transparan.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya kepatuhan pajak dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta. Dengan target penerimaan pajak daerah sebesar Rp49,89 triliun pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus mendorong kepatuhan wajib pajak melalui peningkatan kualitas layanan perpajakan yang mudah dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono dalam acara Jakarta Contributors Award 2026 di Menara Kuningan Ballroom, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10). Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jakarta memberikan penghargaan kepada 73 wajib pajak atas kepatuhan, kedisiplinan, dan kontribusinya terhadap penerimaan daerah.

Sebanyak 73 penerima penghargaan tersebut terdiri atas 50 wajib pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), 18 wajib pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta lima kontributor Pajak Reklame.

Gubernur Pramono mengatakan, optimalisasi penerimaan pajak daerah menjadi semakin penting di tengah tantangan fiskal yang dihadapi Jakarta. Meskipun perekonomian Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, pemerintah daerah menghadapi pengurangan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) hampir Rp15 triliun.

“Peran pajak daerah semakin penting karena Jakarta menghadapi tantangan fiskal. Ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Di saat yang sama, alokasi Dana Bagi Hasil berkurang hampir Rp15 triliun,” ujar Gubernur Pramono.

Menurutnya, penerimaan pajak daerah memiliki peran strategis dalam membiayai program prioritas pemerintah. Kontribusi masyarakat dan dunia usaha melalui pajak menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memperluas akses layanan dasar sekaligus menangani berbagai persoalan perkotaan.

“Pajak yang dibayar warga dan dunia usaha dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik. Pemanfaatannya mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, transportasi, perumahan, serta penanganan sampah, banjir, stunting, dan kemiskinan,” jelasnya.

Untuk mendukung peningkatan kepatuhan, Pemprov Jakarta terus membenahi pelayanan perpajakan melalui penyederhanaan administrasi, penyediaan informasi yang lebih jelas, serta percepatan penanganan pengaduan wajib pajak. Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan transparansi layanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

Gubernur Pramono berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi wajib pajak, tetapi juga mendorong iklim usaha yang sehat dan partisipasi dunia usaha dalam pembangunan Jakarta.

“Penghargaan ini harus menjadi dorongan agar dunia usaha terus tumbuh sekaligus ikut membangun Jakarta. Harapannya, para penerima terus mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan menginspirasi pelaku usaha lain untuk semakin patuh membayar pajak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta, Lusiana Herawati, mengatakan penerimaan pajak daerah menjadi salah satu penopang utama pembiayaan pembangunan. Manfaatnya antara lain diwujudkan melalui rehabilitasi gedung sekolah, pembenahan taman, serta keberlanjutan bantuan pendidikan bagi masyarakat.

“Kalau kita lihat sekarang ini kan banyak sekali yang sudah dilakukan oleh Pemprov, ada rehab sekolah, kemudian taman-taman juga diperbaiki, penerima KJP Plus, KJMU juga tetap kita berikan. Itu semuanya berasal dari pendapatan pajak,” ujar Lusiana.

Ia menambahkan, transparansi dan kemudahan pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan wajib pajak. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai penggunaan penerimaan daerah dan manfaat pembangunan yang dihasilkan.

Lusiana berharap Jakarta Contributors Award 2026 dapat memperkuat kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya sekaligus mendorong kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Jakarta. “Mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun ini dengan adanya acara ini meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk berkontribusi di dalam pembangunan Jakarta,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...

Bansos agar Tepat Sasaran Perlu Penguatan Agen Perlinsos

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...

Belum Pernah Mendapat 3 Poin, PSIM Sore Ini Berharap Menang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...

Persija Jakarta Menang Terus, Mau Tahu Rahasianya?

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...
Megapolitan
Layanan Perpajakan Harus Di...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.