Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulut Mencekam, Seluruh 15 Daerah Dikepung Kabut Asap Pekat, BMKG Bunyikan Sinyal Bahaya

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 01:56 WIB | Oleh:
Sulut Mencekam, Seluruh 15 Daerah Dikepung Kabut Asap Pekat, BMKG Bunyikan Sinyal Bahaya Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan ikut berkontribusi terhadap berkurangnya jarak pandang. Tampak kebakaran di kawasan Cagar Alam Gunung Lokon pada Selasa (14/10).

MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut). 

"BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026," kata Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama di Manado, Rabu (14/10).

Dhira menyebutkan, berdasarkan pantauan dari citra satelit Himawari 9, produk sebaran asap wilayah Indonesia menunjukkan adanya sebaran asap yang meliputi wilayah Sulut.

Asap yang memasuki wilayah Sulut karena adanya pergerakan angin dari arah tenggara.

Dia menjelaskan, udara kabut asap terjadi di beberapa wilayah seperti di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

"BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," ajak Dhira.

Para pihak juga diharapkan berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi terjadinya udara kabur dan asap yang menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan dan masyarakat pada umumnya.

Warga dan pemangku kepentingan juga diimbau mewaspadai adanya penurunan jarak pandang, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diharapkan menutup jendela saat asap terasa pekat, tidak dengan sengaja membakar lahan/hutan, dan memastikan untuk terhidrasi dengan cukup.

"Mengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado," ajaknya.

Secara lebih rinci dan detail untuk tiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara melalui Website https://cuaca.bmkg.go.id serta kanal informasi yang terverifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.