Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bandung Petakan Kebutuhan Pompa Portabel di Wilayah Rawan Banjir

4 Rabu, 04 Nov 2026, 17:08 WIB | Oleh:
Pemkab Bandung Petakan Kebutuhan Pompa Portabel di Wilayah Rawan Banjir Pemkab Bandung Petakan Kebutuhan Pompa Portabel di Wilayah Rawan Banjir Doc: antara foto
Ket. Wilayah rawan banjir di Kabupaten Bandung.

BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat (Jabar), memetakan kebutuhan pompa portabel untuk mempercepat penyedotan genangan air di sejumlah wilayah rawan banjir, untuk meminimalkan dampak musim penghujan terhadap aktivitas masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Rabu (4/11), mengatakan penyediaan pompa portabel diperlukan agar penanganan genangan dapat dilakukan lebih cepat karena peralatan tersebut dapat dipindahkan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

"Saya tugaskan BPBD hitung berapa kebutuhan pompa, tapi yang portable, artinya bisa dibawa sewaktu-waktu," katanya.

Ia menyebutkan sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Dayeuhkolot dan Baleendah, termasuk genangan di Jalan Siliwangi yang membutuhkan penanganan melalui optimalisasi drainase dan penyedotan air.

Dadang mengatakan, Pemkab Bandung masih menyiagakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penanganan kedaruratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat banjir pada Desember 2025 berdampak terhadap 34.497 jiwa di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, dengan 457 jiwa harus dievakuasi serta ketinggian genangan mencapai 150 sentimeter.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto mengatakan penanganan genangan membutuhkan koordinasi seluruh unsur agar personel dapat segera bergerak ketika menerima laporan dari masyarakat.

"Nah nanti di sana dengan adanya sistem rasionalisasi, begitu ada genangan air ya, nanti ada bantuan untuk penyedotan," katanya.

Ia mengatakan jajaran kepolisian bersama TNI dan pemerintah kecamatan akan bergerak menangani genangan tanpa harus menunggu proses koordinasi yang panjang, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan seperti kemacetan lalu lintas.

Sementara itu, Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah mengatakan TNI siap mendukung pemerintah daerah dan kepolisian dalam penanganan kebencanaan melalui kesiapan personel serta koordinasi lintas sektor.

"Pada saat terjadi bencana kita akan sama-sama bekerja menangani bencana ini dengan baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.