Mendag Dorong Kriya Indonesia Berpadu dengan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Jumat, 09 Okt 2026, 16:58 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mendorong pelaku usaha memadukan produk kriya Indonesia dengan teknologi. Perpaduan kearifan lokal dan teknologi dinilai dapat meningkatkan daya saing kriya Indonesia di tengah perubahan perdagangan global.

Budi menyampaikan hal tersebut saat membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (7/10).

Ket. Foto: Menteri Perdagangan, Budi Santoso — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perdagangan

Budi menyebut kekuatan kriya Indonesia terletak pada perpaduan akar budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi. Ia menyebut modernisasi pola pikir, digitalisasi rantai pasok, penguatan inovasi penting agar produk kriya Indonesia menguasai pasar global.

“Konsumen global kini tidak hanya membeli keindahan visual, tetapi juga menuntut keberlanjutan, ketelusuran bahan baku, dan praktik bisnis yang etis. Pergeseran geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya untuk terus beradaptasi,” ujar Budi.

Konsumen global kini menuntut aspek keberlanjutan, ketelusuran bahan baku, dan praktik bisnis yang etis dari produk kriya. Perubahan geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya terus beradaptasi.

Produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi standar pasar internasional.

Kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia tercatat konsisten di atas USD1 miliar sejak 2022. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD1,26 miliar pada 2025.

Pada awal 2026, ekspor kriya dan dekorasi rumah telah mencapai USD821 juta atau tumbuh 6,8 persen. Amerika Serikat dan Eropa menjadi pasar utama, sementara penetrasi produk Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif.

Ekspor ke Tailan tumbuh 81,8 persen, sedangkan Jepang meningkat 28,5 persen. Penetrasi produk kriya Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif.

Tiga program prioritas tersebut mencakup Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Inacraft menjadi salah satu wujud konkret pelaksanaan program tersebut.

Budi mengajak peserta Inacraft Vol. 5 2026 melanjutkan promosi produk melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. TEI berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pada hari pertama Inacraft Vol. 5 2026, pemilik Svarga Mutiara Lombok, Rukaiah, telah berkomunikasi dengan calon pembeli dari Arab Saudi dan Malaysia. “Saya mengikuti Inacraft Vol. 5 2026 untuk memperluas pasar produk saya ke mancanegara,” kata Rukaiah. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.