- Home
-
- Megapolitan
-
- Kabel Semrawut Jakarta Jad...
Kabel Semrawut Jakarta Jadi Sorotan, Gerakan 5M Didorong Diperluas
Jumat, 18 Sep 2026, 00:15 WIBJakarta - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong Gerakan 5M untuk mempercepat penataan kabel udara yang semrawut sekaligus meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan di Jakarta menjelang usia lima abad.
âPemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga (DBM) berkolaborasi dengan asosiasi dan operator utilitas meluncurkan Gerakan 5M untuk menata kabel udara,â kata Yuke Yurike di Jakarta, Kamis (17/9).
Gerakan 5M mencakup Menggunakan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), Melakukan relokasi mandiri, Mengikat kabel udara aktif, Memotong kabel yang tidak berfungsi, serta Meninggikan kabel yang menjuntai.
Menurut Yuke, gerakan tersebut perlu menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemindahan kabel udara ke bawah tanah. Sebagai kota modern, Jakarta membutuhkan jaringan utilitas yang tertata, aman, dan tidak mengganggu pengguna jalan.
âApalagi kita sekarang sudah ada Perda. Tinggal Pergub dan turunannya yang sedang difinalisasi. Setelah itu, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menurunkan semua kabel ke bawah,â katanya.
Yuke mengatakan penataan kabel tidak dapat dilakukan Pemprov DKI Jakarta seorang diri. Karena itu, keterlibatan operator utilitas dan pihak swasta, termasuk melalui relokasi mandiri, perlu diperkuat agar proses penataan dapat berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, penurunan kabel listrik milik PLN memiliki tantangan tersendiri karena berkaitan dengan faktor keselamatan. PLN masih melakukan kajian dan uji coba untuk memastikan pemindahan kabel ke bawah tanah tidak menimbulkan risiko induksi listrik.
âKalau listrik memang riskan. Jadi kita berharap PLN bisa segera menemukan caranya. Kalau itu sudah selesai, berarti semuanya juga nanti bisa turun,â ujarnya.
Yuke juga meminta pembangunan SJUT disinergikan dengan pekerjaan utilitas lain agar masyarakat tidak mengalami gangguan akibat pekerjaan galian yang dilakukan berulang.
Menurut dia, pembangunan SJUT, jaringan air, dan utilitas lainnya harus direncanakan serta dikoordinasikan secara matang sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efisien.
Untuk 2026, Yuke berharap pembangunan SJUT yang telah direncanakan dapat diselesaikan. Mulai 2027, cakupan pembangunan diharapkan diperluas dengan melibatkan pihak ketiga apabila kemampuan anggaran pemerintah terbatas.
âMinimal di beberapa lokasi kelihatan, terutama di jalan-jalan protokol. Sambil membenahi yang kusut di jalan-jalan kecil dan di dalam permukiman warga,â tuturnya.
Ia menambahkan penataan kabel tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
Namun, Yuke mengingatkan agar biaya penataan jaringan utilitas tidak dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif layanan.
âJangan sampai nanti dijadikan alasan karena ada cost yang lebih besar sehingga menaikkan harga, entah internet atau apa. Harusnya memang dibatasi,â katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
The Script Gelar Konser Lagi di GBK Jakarta! Catat Tanggalnya!
-
Kado HUT RI untuk Warga, RSUD Meulaboh Kini Punya Layanan Jantung Terpadu
-
BAZNAS Kaltim Targetkan Penghimpunan Zakat Tembus Rp30 Miliar pada 2026.
-
Pertandingan Pramusim: Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Derby Milan di Perth Berakhir Imbang
-
Bukan Soal Taktik! Pelatih Van Gastel Sebut Mentalitas PSIM Yogyakarta Masih Jadi Masalah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.