IMF: Bantuan Tepat Sasaran Lindungi Masyarakat dari Gejolak Harga

Jumat, 09 Okt 2026, 16:55 WIB

WASHINGTON DC - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bantuan keuangan yang tepat sasaran lebih efektif melindungi masyarakat rentan ketika inflasi melonjak. IMF menilai subsidi secara luas bukan pilihan paling efektif untuk menghadapi kenaikan harga, dilansir dari Xinhua.

Transfer tunai yang tepat sasaran dan bersifat sementara dapat membantu rumah tangga miskin menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Kebijakan tersebut juga dapat membatasi beban terhadap keuangan pemerintah, dilansir dari sumber IMF, Selasa (6/10).

Ket. Foto: Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva — Sumber: X - Kristalina Georgieva

Rekomendasi tersebut disampaikan IMF dalam laporan World Economic Outlook Oktober 2026 berjudul “Navigating a Shock-Prone World: Lessons from Cost-of-Living Crises”. Dalam laporan itu, IMF mengatakan bantuan pemerintah perlu diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Menurut IMF, sumber daya pemerintah yang terbatas harus digunakan secara efektif untuk membantu kelompok rentan. Pada saat yang sama, harga pasar yang lebih tinggi tetap dapat menjadi sinyal kelangkaan dan mendorong konsumen mengurangi konsumsi.

IMF mengatakan bantuan pemerintah perlu disesuaikan dengan bagian sementara dari guncangan harga. Bantuan juga harus memiliki batas waktu yang jelas dan tidak digunakan untuk mengkompensasi rumah tangga atas kenaikan harga yang permanen.

Rata-rata guncangan harga terhadap rumah tangga berpendapatan rendah. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga bantuan tetap terarah kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Rekomendasi IMF muncul setelah harga berbagai kebutuhan sehari-hari meningkat tajam di banyak negara selama lima tahun terakhir. Kebutuhan tersebut mencakup pangan, listrik, dan bahan bakar yang kenaikannya memberikan tekanan terhadap anggaran rumah tangga.

Dalam beberapa kasus, kenaikan harga juga mengancam stabilitas ekonomi yang lebih luas. IMF mengatakan dampaknya dapat terus dirasakan meskipun lonjakan awal harga pangan dan energi telah mereda.

Ekspektasi inflasi dapat tetap berada di atas tingkat sebelum krisis selama bertahun-tahun. Sementara itu, penurunan upah riil dapat mengurangi daya beli rumah tangga dan memperpanjang dampak krisis biaya hidup.

Dengan perekonomian yang semakin rentan terhadap berbagai guncangan, IMF meminta pemerintah memperkuat sistem perlindungan sosial sebelum krisis terjadi. Langkah tersebut dinilai dapat membuat intervensi di masa depan lebih efektif sekaligus menjaga ruang fiskal untuk menghadapi guncangan ekonomi baru. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.